Toyota dan Daihatsu Tanggapi Mobil Listrik Baru Hyundai di RI

Menurut Daihatsu harga mobil listrik di Indonesia masih kemahalan, sementara Toyota sebut 'tunggulah nanti akan dikabari'.

Jakarta, CNN Indonesia — Dua produsen otomotif Jepang yang terafiliasi Astra International, Astra Daihatsu Motor (ADM) dan Toyota Astra Motor (TAM), merespons strategi Hyundai Motors Indonesia (HMID) yang meluncurkan dua mobil listrik murni sekaligus, Ioniq Electric dan Kona Electric.


Sejauh ini mobil listrik yang dijual di dalam negeri harganya selangit, tidak ada yang di bawah Rp1 miliar seperti BMW i3S atau Tesla Model 3. Hyundai bakal mencoba menarik minat konsumen baru dengan menawarkan Ioniq Electric dan Kona Electric yang banderolnya masing-masing Rp600 jutaan.

Ioniq Electric dijual dua varian, Prime Rp624,8 juta dan Signature Rp664,8 juta. Sementara itu hanya ada satu varian Kona Electric seharga Rp674,8 juta.

Beberapa merek Jepang seperti Toyota, Suzuki, dan Mitsubishi sudah memulai elektrifikasi di Indonesia namun dengan model pembuka hybrid atau plug-in hybrid. Dua jenis kendaraan ini dianggap paling pas dengan kondisi Indonesia saat ini sebelum masuk ke era mobil listrik murni.

“Masing-masing punya strategi, Hyundai pilih yang listrik silakan saja,” kata Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra melalui pesan singkat, Jumat (6/11).

Amelia berpendapat harga jual mobil listrik saat ini belum sesuai keinginan masyarakat. Latar belakang pernyataan ini melihat porsi terbesar penjualan mobil di dalam negeri ada di kisaran harga Rp150 juta – Rp200 jutaan.

“Mobil listrik masih mahal belum banyak yang mampu beli,” kata Amelia.

TAM merupakan pelopor mobil hybrid di Indonesia sejak meluncurkan Prius pada 2009. Saat ini mobil hybrid Toyota yang ditawarkan adalah C-HR, Corolla Cross, Corolla Altis, dan Camry.

Secara global Toyota adalah merek yang identik dengan hybrid, meski begitu merek raksasa di Jepang ini juga perlahan sudah punya mobil listrik misalnya pada C-HR di China dan SUV atas nama Lexus yang dijanjikan pada 2021.

Namun di luar dua produk itu, Toyota tidak punya rencana produksi massal mobil listrik hingga 2025.

Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi mengatakan pada prinsipnya perusahaan bukannya tidak memiliki varian ramah lingkungan selain hybrid. Kata Anton Toyota punya sederet kendaraan ‘hijau’ mulai hybrid, plug-in, hingga murni listrik.

Namun kapan mobil listrik Toyota akan akan dipasarkan ke Indonesia, menurut Anton hanya masalah waktu.

“Indonesia, tunggulah nanti akan dikabari,” ucap Anton merespons peluncuran mobil listrik Hyundai.

sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s