Peralihan menuju energi bersih di kawasan Asia Tenggara dinilai menuju titik cerah

Peralihan menuju energi bersih di kawasan Asia Tenggara dinilai menuju titik cerah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Upaya dekarbonisasi dan peralihan menuju energi bersih di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dinilai mulai menunjukkan titik cerah seiring pertumbuhan elektrifikasi siberbagai sektor.

Dikutip dari situs resmi Singapore International Energy Week (SIEW), sejumlah pengamat dan peneliti kawasan Asean memaparkan perkembangan transisi energi setiap negara.

Director of Vietnam Initiative for Energy Transition Tho Nhien Ngo mengungkapkan pengembangan EBT mulai mendapatkan momentumnya di Vietnam melalui energi angin lepas pantai.

“Fokus pengembangan pada energi angin lepas pantai sebagai sumber energi dominan di 2030,” jelas Nhien, dikutip Minggu (1/11).

Nhien menegaskan, kendati telah mulai mendapatkan momentum perlu ada pertimbangan terhadap transisi ini khususnya keselarasan pasokan dan sistem transisi.

Sementara itu, Power Expert of Institute for Climate and Sustainable Cities Alberto Dalusung dari Filipina mengungkapkan perlu adanya fleksibilitas guna menunjang transisi energi salah satunya melalui sistem One Grid.

“Membangun lebih banyak fleksibilitas ke dalam jaringan energi melalui penerapan inisiatif seperti ‘One Grid’ untuk menghubungkan jaringan transmisi daya nusantara dan Pasar Spot Listrik Grosir,” jelas Alberto.

Adapun, Peneliti Institut Riset Energi Aksornchan Chaianong dari Thailand menuturkan peralihan energi mulai beralih ke panel atap surya didorong oleh skema konsumsi masyarakat.

Kendati demikian, langkah peralihan energi ini dinilai perlu mendapat dukungan keekonomian yang menarik.

“Perlunya tingkat pembelian kembali yang lebih menarik untuk membantu skema mendapatkan lebih banyak daya tarik,” ujar Chaianong.

Untuk Indonesia sendiri, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa mengungkapkan pengembangan EBT di Indonesia dilakukan lewat rencana pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan biofuel dan elektrifikasi transportasi

“Penting mengatasi kapasitas batubara yang ada di negara kaya bahan bakar fosil seperti Indonesia dengan menghentikan rencana pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) baru,” jelas Fabby.

Di sisi lain, diskusi SIEW juga berfokus pada tantangan dan peluang utama seputar hidrogen sebagai sumber alternatif.

Tobias Kadziela, Director Sales Operation Asia Pacific Siemens, menyoroti bagaimana beberapa jalur dekarbonisasi dapat diambil untuk mencapai target energi antara lain melalui peningkatan teknologi yang ada yang layak dan terbukti, Pengubahan campuran bahan bakar, atau hibridisasi, untuk pengurangan karbon serta penerapan teknologi dekarbonisasi dalam seperti elektroliser.

Kendati demikian, menurutnya keragaman kawasan di Asean membuat pengembangan EBT tiap negara memiliki takaran yang berbeda.

“Pembuat kebijakan perlu menemukan formula atau kerangka kerja mereka sendiri untuk mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem energi,” tegas Tobias.

Sementara itu, Matthias Deutsch, Senior Associate di Agora Energiewende menyinggung tentang nilai hidrogen dalam dekarbonisasi pada sektor yang sulit dikurangi seperti penerbangan dan baja.

“(Ada) harga yang tinggi dan kelangkaan hidrogen terbarukan dibandingkan dengan solusi konvensional, serta perlunya dukungan kebijakan yang jelas untuk menjembatani kesenjangan biaya,” tandas Matthias.

sumber: kontan.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s