Laris Manis! Mobil Listrik BMW i3 Tembus Produksi 200.000 Unit

Mobil listik BMW i3 ke-200.000 unit menjalani pemeriksaan akhir di fasilitas perakitan BMW di Leipzig, Jerman.  - BMW Group.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak diproduksi 13 tahun, BMW i3 berhasil melewati angka produksi 200.000 unit. Mobil kompak sepenuhnya listrik sekaligus niremisi ini dipasarkan ke seluruh dunia.

Di Indonesia, mobil listrik BMW i3 diperkenalkan di ajang GIIAS 2019. Untuk penjualan, BMW Indonesia menyiapkan dua dealer yakni Astra BMW BSD dan BMW Tunas Tebet sekaligus untuk layanan purnajual mobil listriknya yakni BMW i3s.

Model produksi ke-200.000 unit keluar dari fasilitas produksi di pabrik BMW Group di Leipzig. BMW i3s (konsumsi bahan bakar gabungan: 0,0 l/100 km; konsumsi daya gabungan: 14,6-14,0 kWh/100 km; emisi CO2 gabungan: 0 g/km) dengan finishing cat metalik Fluid Black dan aksen pada BMW i Blue diproduksi untuk pelanggan dari Saxony.

BMW i3 mulai diproduksi pada 2013, sekaligus menjadikan pabrik di Saxony menjadi pelopor dan pusat keunggulan untuk mobilitas berkelanjutan.

“BMW i3 adalah model seri skala besar bertenaga listrik pertama milik BMW Group dan kendaraan pertama perusahaan dengan sel penumpang yang terbuat dari carbon fiber reinforced plastic (CFRP),” demikian pernyataan BMW dalam keterangan pers yang dikutip, Senin (19/10/2020).

Modul Life yang terbuat dari CFRP adalah bagian dari arsitektur kendaraan khusus untuk BMW i dan dirancang untuk mobilitas listrik sejak awal. Mobil ini dibentuk di Leipzig dari serat karbon samaran dan dirakit dalam proses unik yang dikembangkan oleh BMW Group.

Proses tersebut diikuti oleh penyatuan dengan modul penggerak, sasis aluminium, yang menanggung penggerak, sasis, dan baterai bertegangan tinggi. Proses manufaktur mutakhir memastikan bahwa konstruksi bodi dan perakitan BMW i3 di Leipzig hanya membutuhkan sekitar separuh waktu yang dibutuhkan untuk kendaraan konvensional.

Keberhasilan BMW i3 dan pengalaman dalam pengembangannya telah meningkatkan kemajuan secara signifikan di bidang mobilitas listrik dan konstruksi ringan. Dengan cara ini merek BMW i telah menjadi bengkel masa depan bagi seluruh perusahaan.

Saat ini, sistem powertrain BMW i3s juga menggerakkan MINI Cooper SE (konsumsi bahan bakar gabungan: 0,0 l/100 km; konsumsi daya gabungan: 16,8 – 14,8 kWh/100 km; gabungan emisi CO2: 0 g / km).

Selain itu, kandungan energi bruto unit penyimpanan tegangan tinggi hampir dua kali lipat dari awalnya 22,6 menjadi 42,2 kWh tanpa mengubah ukurannya. Kisaran BMW i3 dengan demikian meningkat menjadi antara 285 dan 310 kilometer dalam siklus uji WLTP.

Berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dengan BMW i3, berbagai inovasi juga telah dicapai di bidang penggerak, elektronika daya, dan teknologi pengisian daya.

Generasi kelima dari teknologi BMW eDrive sekarang siap untuk produksi seri. Ini digunakan, antara lain, dalam teknologi baru andalan BMW Group, BMW iNEXT, yang akan diproduksi di pabrik BMW Group di Dingolfing, dengan komponen dari pabrik BMW Landshut, mulai 2021

Bahan CFRP berteknologi tinggi, misalnya, sekarang juga berkontribusi pada konstruksi ringan yang cerdas di BMW Seri 7.

sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s