Hyundai Produksi Mobil Listrik di Indonesia pada 2022

Pembangunan pabrik Hyundai di Bekasi disebut sudah berjalan 60 persen dan akan memulai produksi pada akhir tahun.

Jakarta, CNN Indonesia — Pabrik baru Hyundai yang saat ini masih dibangun di Indonesia direncanakan mulai beroperasi akhir tahun depan. Pada tahap awal pabrik ini akan memproduksi mobil konvensional, lantas direncanakan menghasilkan mobil listrik pada 2022.


Pabrik yang dibangun di atas lahan di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat itu merupakan wujud komitmen investasi prinsipal Hyundai Motor Company (HMC) sebesar USD1,55 miliar untuk Indonesia. Investasi sudah dimulai sejak tahun ini dan akan berlangsung hingga 2030.

Vice President Hyundai Motor Asia Pasific HQ Lee Kang Hyun mengatakan proses pembangunan pabrik telah berjalan sekitar 60 persen.

“Jadi akhir tahun depan sudah bisa [produksi] model baru. Tapi yang pertama menjual mobilnya itu yang biasa [bermesin bakar], dan 2022 akan meluncurkan mobil listrik di Indonesia,” kata Lee mengutip CNBC Indonesia, Selasa (20/10).

Lee tak menjelaskan spesifik model baru apa untuk kedua jenis mobil tersebut, namun sebelumnya sudah diketahui Hyundai berencana memproduksi SUV, MPV, hatchback, dan sedan di pabrik baru mereka.

Belakangan juga tersirat kabar Hyundai bakal menjual mobil listrik Kona dan Ioniq. Bisa jadi salah satu atau kedua model ini yang jadi pilihan lokalisasi.

Lee melanjutkan pabrik yang dibangun tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 150 ribu per tahun pada tahap pertama. Kemudian tahap selanjutnya produksi bakalan ditingkatkan menjadi 250 ribu unit per tahun, dan selanjutnya naik kembali menjadi di atas 300 ribu unit per tahun.

“Kalau memang ada yang sesuai bisa menambah mungkin ada tambahan investasi buat pabrik. Jadi di atas 300 ribu unit satu tahun,” ucap dia.

Lee juga bilang mobil listrik produksi Indonesia akan tergantung pasar. Bila masyarakat antusias sehingga volume penjualan meningkat, bukan tidak mungkin komposisi produksi antara mobil konvensional dan listrik bakal disesuaikan.

“Tapi sebetulnya khususnya kami bicara mobil listrik ini tergantung market sizen-ya. Jadi itu memang kebanyakan mobil ICE [mobil konvensional], dan mungkin semakin lama bisa jadi besar [mobil listrik],” ungkap dia.

sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s