Bos Hyundai: RI Pasti Bisa Jadi Juara Mobil Listrik di ASEAN!

November 2020, Mobil Listrik Hyundai Seharga Rp 700 Juta Siap Masuk RI (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia – Raja produsen mobil saat ini di ASEAN masih dikuasai Thailand. Negeri gajah putih ini memproduksi mobil per tahun lebih banyak dari negara lain di Asia Tenggara, sebagian besar untuk kebutuhan ekspor.


Di tengah pengembangan mobil listrik dunia saat ini, apakah Indonesia bisa menyalip, dengan memposisikan sebagai raja produsen mobil listrik di kawasan?

VP Hyundai Motor Asia-Pacific Head Quarter, Lee Kang Hyun mengungkapkan alasan Hyundai berani untuk menginvestasikan dana besar pada pengembangan mobil listrik di Indonesia. Padahal, jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia masih kalah oleh dalam hal produksi mobil setiap tahunnya.

“Di dalam ASEAN, Indonesia memang negara yang cukup berpotensi dan cukup punya pasarnya. Di ASEAN, Thailand bisa memproduksi 2 juta unit, Indonesia juga 1 juta lebih. Jadi di ASEAN, Thailand dan Indonesia bisa bikin pasar mobil. Makin lama Indonesia pasti bisa jadi juara di mobil listrik di ASEAN,” kata Lee kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/10).

Ia pun menjelaskan kenapa lebih memilih Indonesia sebagai tujuan investasi utama dibanding negara Gajah Putih tersebut.

“Thailand arahnya ICE (internal combustion engine/konvensional bensin) lalu hybrid baru Electric Vehicle atau mobil listrik. Tapi kelihatannya dari pemerintah Indonesia benar-benar berusaha keras dari ICE langsung ke mobil listrik. Jadi dari Hyundai cukup percaya pemerintah dalam waktu cepat membangun infrastruktur termasuk charging station segala macam,” jelas Lee.

Sebagai bukti nyata, Hyundai sedang membangun pabrik di kawasan industri Delta Mas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Lee menyebut prosesnya sudah 60%. Investasinya pun mencapai US$ 1,5 miliar.

“Buat mobil ini kira-kira rencana 150 ribu unit dalam satu tahun selanjutnya 250 ribu unit per tahun. Kalau bisa tambah investment jadi di atas 300 ribu dalam 1 tahun. Tapi mobil listrik tergantung market size,” paparnya.

sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s