Heboh RI Buat Beterai Mobil Listrik, Serok Cuan Saham Nikel

Nikel

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian BUMN telah menugaskan tiga perusahaan pelat merah untuk membentuk holding pabrik baterai mobil listrik (electric vehicle) di Indonesia.

Head of Market Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai kabar tersebut bisa menjadi katalis positif untuk berinvestasi di saham sektor pertambangan, khususnya produsen nikel seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indoneisa Tbk (INCO) yang 20% sahamnya sudah dikuasai pemerintah.

Namun, Wawan menyarankan bahwa investasi di sektor ini dilakukan untuk jangka panjang, sebabnya, peluang industri kendaraan listrik akan berlangsung lama. Pasalnya, nikel menjadi komponen utama dalam produksi baterai mobil listrik.

“Holding BUMN baterai mobil menarik, tren otomotif dunia arahnya ke sana, ini akan sustain untuk jangka panjang,” kata Wawan, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (15/10/2020).

Dia menilai, ini menjadi entri yang baik bagi investor masuk saham-saham nikel, seperti Antam dan Vale Indonesia.

Secara valuasi, menurut Wawan, ANTM cukup menarik dan sangat murah. “Dan yang diburu investor kemampuan Antam dalam produksi nikel, untuk ANTM cukup menarik meskipun sudah naik 30%, paling tidak jangka waktu 5 tahun,” ujarnya lagi.

Pada perdagangan Kamis ini (15/10/2020), harga saham Antam masih bergerak naik 2,09% level Rp 975 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham Antam sudah naik 36,11%.

Informasi saja, tiga BUMN dilibatkan dalam pembentukan holding baterai ini, antara lain, Holding BUMN Pertambangan yakni MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum, Holding BUMN Migas PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). MIND ID juga akan melibatkan anak usaha di bawah naungan holding yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Terkait dengan rencana pembangunan pabrik baterai EV, Kementerian BUMN bahkan menyebut bahwa dua perusahaan kakap dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan yang merupakan produsen baterai EV untuk kendaraan listrik terbesar dunia, berminat masuk dalam proyek bernilai US$ 20 miliar (Rp 296 triliun, asumsi kurs Rp 14.600/US$) ini.

sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s