Produksi di Indonesia, tapi Hyundai Bangun Pusat Riset Mobil Listrik di Singapura

PM Singapura Lee Hsien Loong menegaskan negeri itu akan melakukan sejumlah langkah baru menghadapi Corona - Faceboo/Lee Hsien Loong

Bisnis.com, JAKARTA – Hyundai Motor Group akan menginvestasikan US$294 juta atau sekitar Rp4,3 triliun di pusat inovasi kendaraan listrik di Singapura.

Investasi ini akan menopang Singapura menjadi hub penjualan kendaraan listrik di Indonesia, setelah Tesla berkomitmen untuk membangun dealer di Negeri Jiran tersebut.

Menurut Perdana Menteri Lee Hsien Loong investasi itu dapat memproduksi hingga 30.000 kendaraan setahun pada 2025.

“Kegiatan otomotif menjadi layak di Singapura sekali lagi. Kendaraan listrik memiliki rantai pasokan yang berbeda, suku cadang mekanis yang lebih sedikit, dan lebih banyak barang elektronik yang memperkuat kekuatan Singapura,” kata Lee dalam pidatonya kemarin, dilansir Bloomberg, Rabu (14/10/2020).

Gedung tujuh lantai yang diharapkan akan selesai pada akhir 2022, adalah tempat Hyundai akan bekerja untuk mengembangkan kecerdasan buatan, big data, dan teknologi lain untuk meningkatkan proses manufakturnya untuk pabrik ramah lingkungan masa depan. Pusat ini juga akan memiliki jalur mengemudi sepanjang 620 meter di dekat atapnya sehingga pelanggan dapat menguji kendaraan.

Wakil Ketua Eksekutif Hyundai Euisun Chung mengatakan perusahaannya akan menanamkan nilai-nilai yang berpusat pada manusia di semua tahap, mulai dari pemesanan dan produksi hingga test drive dan servis.

Pusat inovasi ini juga akan menampung fasilitas produksi kendaraan listrik (EV) skala kecil untuk menguji proses menggunakan AI dan mengemudi otonom. Salah satu perusahaan EV, Kona, telah ditarik kembali di Korea Selatan setelah beberapa laporan kebakaran baterai.

“Kami berharap ini akan membuka area pertumbuhan baru bagi ekonomi kami, dan menciptakan pekerjaan yang menarik bagi warga Singapura, misalnya teknisi industri Internet of Things, ilmuwan data, teknisi cobot, dan ahli strategi rantai pasokan digital,” kata Lee.

Lee juga mengatakan pusat itu menandai tonggak penting dalam hubungan ekonomi antara Singapura dan Korea Selatan, serta membuka jalan bagi lebih banyak perusahaan Negeri Ginseng untuk berinvestasi di negara kota dan bermitra dengan pemasok lokal.

Singapura tidak memiliki pabrik pembuatan mobil sejak Ford Motor Co. menutup pabriknya beberapa dekade lalu, yang secara efektif menghentikan produksi mobil di pulau itu. Pada Oktober tahun lalu, pembuat penyedot debu Dyson Ltd. membatalkan rencana senilai US$2,5 miliar untuk membuat mobil listrik di negara kota itu karena tidak dapat menemukan cara untuk membuat proyek tersebut layak secara komersial.

Sedangkan Tesla Inc., pembuat EV terbesar di dunia, berencana mengekspor mobil Model 3 buatan China ke Singapura dan tempat lain di Asia dan Eropa dari pabriknya di Shanghai.

Sebagai catatan, Hyundai juga akan membangun pabrik di Indonesia berkapasitas terpasang 200.000 unit per tahun. Proyek ini digadang-gadang bernilai hingga US$ 1,55 miliar atau sekitar Rp22,7 triliun (dalam kurs Rp14.700 per dolar AS). Hyundai menargetkan pabrik ini akan berjalan efektif pada 2021.

Dengan kapasitas penuh, pabrik Hyundai ini akan dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.

sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s