BBN Salah Satu Sumber Energi Terbarukan, Kementerian ESDM Kejar Target 23%

BBN Salah Satu Sumber Energi Terbarukan, Kementerian ESDM Kejar Target 23%

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan, Bahan Bakar Nabati (BBN) menjadi salah satu sumber energi terbarukan. Jika melihat target yang sudah ditetapkan pemerintah di dalam kebijakan energi nasional diharapkan pada 2025 nantinya dapat meningkatkan kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23%.

“Kalau kita melihat dari capaian pada saat ini kita memang masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu baru di kisaran 9,15%. Artinya masih cukup besar gap yang harus kita kejar untuk mencapai target 23% di 2025,” kata Feby dalam webinar online, Selasa (13/10/2020).

Feby menuturkan, target 9,15% di 2019 jika diperinci lagi, maka 6,2% berasal dari pembangkit-pembangkit EBT dan hampir 3% dari bahan bakar nabati dalam hal ini biodiesel.

“Jadi 30% dari target yang kita capai di 2019 itu berasal dari biofuel. Karena saat ini kebetulan biofuel kita yang berkembang secara masif adalah biodiesel, maka biodiesellah yang men-support kontribusi energi baru dan terbarukan sebesar 30% di 2019,” tutur Feby.

Feby mengutarakan, perlunya mengembangkan program biofuel khususnya biodiesel untuk meningkatkan ketahanan energi nasional sebab bahan bakar minyak masih impor.

“Di sini targetnya di dalam kebijakan energi nasional di 2025 kita bisa menggunakan bahan bakar berbasis biofuel adalah 13,8 juta kl. Kalau kita lihat 2019 pencapaian kita di kisaran 6,39 juta kl. Ini memang kurang lebih 50% dari yang ditargetkan di 2025 sudah kita serap di 2019 kemarin, ini dengan B20. Harapan kami di 2020 ini bisa meningkat lagi dengan program B30 karena memang kita mempunyai stok CPO yang cukup besar,” ujar Feby.

Sekadar informasi terkait dengan target di rencana umum energi nasional di setiap tahunnya menetapkan target untuk dicapai.

“Sebelum 2020 kita selalu di bawah target. Mudah-mudahan di 2020 kita bisa mencapai target. Alokasi awal kita untuk serapan di 2020 ini adalah 9,6 juta kl,” ujar Feby.

Feby mengatakan, jika melihat di rencana umum energi nasional targetnya adalah 8 juta kl, angka 9,6 juta kl yang menjadi target kemungkinan dengan adanya pandemi Covid-19 ini tidak bisa terserap semua.

“Jadi, mungkin ada pengurangan di kisaran 10% atau maksimum di 15%,” kata Feby.

sumber: wartaekonomi.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s