
PIKIRAN RAKYAT – Saat ini banyak perusahaan-perusahaan otomotif mulai melakukan produksi kendaraan masa depan dengan bahan bakar listrik.
Pasalnya selain hemat energi, listrik dikatakan lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan (khususnya mobil) dengan mesin pembakaran internal.
Setidaknya hal tersebut juga diamini oleh banyak penggemar otomotif yang ada di seluruh dunia.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Insideevs, menurut data yang dikeluarkan oleh Consumer Report baru-baru ini, pemilik mobil listrik plug in electric vehicle (PHEV) bisa melakukan penghematan lebih dari pada pengguna mobil berbahan bakar bensin biasa.
Angka penghematan tersebut bisa mencapai 50 persen untuk total perawatan mobil listrik tersebut.
Jika dibandingkan mobil internal combustion engine (ICE), EV bisa menghemat rata-rata 50 persen untuk pemeliharaan dan perbaikan setelah digunakan sejauh 200 ribu mil.
Ini belum didukung lagi data soal hasil emisi gas buang yang dihasilkan oleh mobil listrik.
Consumer report menyatakan bahwa mobil listrik rata-rata menghasilkan emisi gas rumah kaca 60 persen lebih sedikit dibanding mobil ICE>
“Listrik tidak membutuhkan banyak perawatan seperti mobil bertenaga gas, dan meskipun perbaikannya tidak selalu lebih murah. mereka jarang dibutuhkan.
“Selain lebih mudah dan murah perawatannya, banyak EV memberikan akselerasi yang lebih baik dibandingkan dengan kendaraan bertenaga gas,” jelas Associate Director of Consumer Reports, Gabe Shenhar.
Angka biaya perawatan dan perbaikan untuk mobil PHEV, BEV, dan ICE
PHEV = 0,03 dolar (setara dengan Rp 448,15)/mil
BEV = 0,03 dolar/mil
ICE = 0,06 dolar (Rp 896,29)/mil.
sumber: pikiranrakyat.com