Cara Kerja Enzim Pemusnah Plastik dalam Hitungan Hari

Peneliti telah membuat enzim yang cara kerjanya bisa mengurai sampah plastik dalam hitungan hari.

Jakarta, CNN Indonesia — Peneliti membuat enzim super dari bakteri yang sanggup memakan dan mengurai sampah botol plastik (polyethylene terephthalate/ PET) dalam beberapa hari.


PET biasa digunakan untuk membuat botol plastik dan pakaian sintetik. Pakaian sintetik ini biasanya berupa campuran polyester dan katun. Produsen dunia, menghasilan jutaan ton sampah plastik jenis ini tiap tahun.

Enzim super yang dinamakan MHETase ini terdiri dari bakteri yang bisa mengubah plastik menjadi material atau bentuk blok bangunan awal. Para peneliti Inggris mengembangkan enzim ini dari temuan bakteri oleh peneliti Jepang pada 2016 lalu.


Saat itu, peneliti Jepang menemukan bakteri yang mengurai botol plastik yang dinamakan Ideonella sakaiensis. Peneliti Inggris lantas menyempurnakan enzim penghancur plastik yang diproduksi oleh bakteri itu, enzim PETase.

Profesor John McGeehan, Direktur dari Pusat Inovasi Enzim di Universitas Portsmouth, Inggris menyebut enzim anyar inilah yang bisa mengurai plastik dalam hitungan hari. Padahal penguraian plastik secara alami bisa menghabiskan waktu hingga ratusan tahun.

“Jika kita bisa menambahkan enzim ke sampah plastik, kita bisa mulai memecahnya dalam hitungan hari,” tuturnya.

Menurutnya, dalam proses pembuatan plastik para peneliti mendapatkan sumber daya dari sumber daya fosil seperti minyak dan gas alam. Sumber daya alam yang sulit didaur ulang oleh alam.

“Proses ini akan membuat plastik bisa dibuat dan digunakan ulang tanpa batas, mengurangi ketergantungan kita dengan sumber fosil” jelasnya seperti dikutip The Telegraph.

Cara kerja enzim penghancur plastik
Pada 2018, tim yang sama sempat mengembangkan enzim PETase. Namun, saat itu kerja enzim ini hanya 20 persen lebih efektif menghancurkan plastik dari proses penguraian alami. Namun, enzim ini disebut enam kali lebih cepat dari proses alami.

Namun, enzim MHETase berhasil mengurai plastik lebih cepat. Sebab, enzim ini berhasil memecah MHET pada plastik PET. Enzim memecah MHET menjadi bentuk yang lebih sederhana, TPA dan ethylene glycol. Dua material ini pun lebih mudah diurai oleh mikroorganisme.

Studi ini diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Senin (28/9).

Temuan enzim ini bisa membantu mengurangi penggunaan plastik dunia. Namun, sampah plastik hanya salah satu aspek pencemaran lingkungan yang harus dibenahi.

Sebab, proses membuat plastik di pabrik menggunakan petrokimia menimbulkan polusi tinggi dan meningkatkan efek gas rumah kaca, seperti dilaporkan Gizmodo.

Sehingga, temuan enzim ini bukan obat yang memecahkan seluruh masalah. Studi menunjukkan, solusi yang lebih menyeluruh adalah dengan tidak menggunakan terlalu banyak plastik.

sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s