Pesaing Tesla, Mobil Listrik di China Dibanderol Rp 75 Juta

Mobil Listrik Wuling, Harga di Bawah Rp 100 Juta. Foto: Inside EV

Jakarta, CNBC Indonesia – General Motors Co. yang biasa memproduksi truk dan mobil besar, tiba-tiba memberi kejutan dengan merilis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mungil di China. Harga mobil listrik saingan Tesla itu hanya dibanderol dengan harga murah, yaitu kurang dari US$ 5.000 atau sekitar Rp 75 juta.

Mobil listrik mini yang dinamakan Hongguang MINI EV itu merupakan kolaborasi SAIC-GM-Wuling Automobile Co. Mobil tersebut saat ini menjadi salah satu paling populer di China karena harganya yang murah dan performanya yang tidak kalah saing dari mobil listrik Tesla.

Menurut Bloomberg, mobil ini dapat menempuh jarak 170 kilometer dengan sekali pengisian daya. Akibat keunggulan-keunggulan itu, pesanan untuk Hongguang MINI EV telah melebihi 30.000 unit hanya dalam 50 hari.

“Banyak konsumen tidak membutuhkan sesuatu yang mewah, hanya perjalanan yang mereka minta dari mobil,” kata Yale Zhang, pendiri AutoForesight, sebuah konsultan yang berbasis di Shanghai. “Saya mendukung produk seperti MINI EV.”

Penjualan yang tinggi itu juga mencengangkan, mengingat mobil ini tidak mendapat subsidi dari pemerintah China, pasar mobil terbesar, karena jangkauannya yang kurang dari 250 kilometer.

Konsumen yang membeli mobil listrik di China sebelum 1 Juli 2019 biasanya menerima subsidi 60.000 yuan dari pemerintah. Pada tahun 2020, angka subsidinya turun menjadi 21.000 yuan.

“Itu adalah pasar yang sangat besar untuk direbut pembuat mobil listrik,” kata Zhang.

“SAIC-GM-Wuling memungkinkan untuk menjual mobil listrik dengan harga yang kompetitif dibandingkan mobil bensin tanpa subsidi pemerintah. Itu adalah pencapaian yang luar biasa. Ini adalah bukti kekuatan mereka dalam pengendalian biaya dan manajemen rantai pasokan,” katanya.

Tingginya penjualan itu juga menjadi titik balik bagi bisnis GM di China, yang pangsa pasarnya sedang mengalami kemerosotan. Produsen mobil Amerika Serikat (AS) itu pada Januari lalu mengatakan hanya menjual sekitar 3,1 juta kendaraan di China pada 2019, turun 15% dari 2018.

sumber: cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s