Sukabumi Gencarkan Gerakan Pengolahan Sampah

Pengolahan sampah. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI–Pemerintah Kota Sukabumi berupaya menggiatkan pengolahan sampah agar bernilai ekonomis. Dengan begitu, volume sampah dapat ditekan dibandingkan sebelumnya.

Salah satunya dilakukan di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menghadirkan solusi dalam permasalahan sampah, Kelurahan Jayaraksa melakukan sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah untuk para ketua RW dan kader PKK.

” Kami menggiatkan sosialisasi pengolahan sampah agar bernilai ekonomis,” ujar Lurah Jayaraksa, Hendayana, Jumat (11/9).

Sosialisasi yang menggunakan dana kelurahan tersebut merupakan upaya untuk mencari solusi pengelolaan sampah.

Hendayana mengatakan, sampah jika diolah dengan baik dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan memiliki nilai ekonomis. Target kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam memilah dan mengolah sampah.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Bank Sammi (Bank Sampah Kota Sukabumi). Mereka memberikan materi mengenai cara mengolah sampah.

Sebelumnya Pemerintah Kota Sukabumi melaunching dua gerakan peduli sampah yakni Gerakan Sukabumi Cinta Lingkungan (Sukabumi Cling) dan Sukabumi cegah, pilah, dan olah (Ceu Piah). Gerakan Cling digulirkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Ceu Piah digagas tim Penggerak PKK Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, sistem kumpul sampah yang diangkut dan dibuang ke TPA menjadi sistem tidak relevan lagi karena dibutuhkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Misalnya diperlukan penanganan dan pengelolaan sampah degan inovasi dan kolaborasi sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dimana yang berkewajiban bukan hanya pemerintah tetapi pelaku usaha dan warga lainnya.

” Dua gerakan yakni Sukabumi Cling dan Ceu Piah ini semangatnya yakni warga bisa mengolah sampah dengan baik karena sampah mempuyai nilai ekonomis bila dikelola dengan baik dan musibah bila tidak dikelola dengan baik,” cetus Fahmi. Hal ini didukung dengan keterlibatan komunitas peduli lingkungan seperti sahabat lingkungan dan berbagai elemem lainnya.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, Gerakan Cling intinya yakni kurangi sampah, olah ulang sampah dan simpanlah sampah pada waktu dan tempat yang tepat. Sementara Ceu Piah yakni Cegah kemasan sekali pakai, pilah sampah organik dan anorganik dan olah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

sumber: republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s