Saat Musim Panas, Jalanan Aspal Bisa Memperburuk Polusi Udara

Saat Musim Panas, Jalanan Aspal Bisa Memperburuk Polusi Udara

MOBIL sudah diketahui secara pasti merupakan sumber pencemaran di daerah perkotaan. Namun, ternyata salah satu aspek dari jalanan yang mungkin selama ini terabaikan oleh banyak orang sebenarnya tidak sepolos kelihatannya.

Untuk memahami sumber aerosol organik sekunder (SOA), para peneliti dari Yale melakukan penelitian pada aspal. SOA adalah sejenis masalah yang dikaitkan dengan asma dan masalah kesehatan lainnya pada masyarakat.

Studi tersebut meneliti Cekungan Udara Pantai Selatan di California. Aspal di dalam tungku tabung dipantau dan dipanaskan hingga kisaran suhu antara 40 derajat celcius dan 200 derajat celcius. Melalui percobaan itu, peneliti Yale dapat menentukan level SOA dalam kondisi panas.

Hasilnya mengejutkan dan termasuk ekstrem. Dalam keadaan cuaca terik musim panas, aspal ternyata menjadi sumber aerosol organik sekunder yang lebih besar daripada gabungan bensin dan solar dari kendaraan bermotor.

Peeyush Khare, kandidat PhD di Yale dan penulis utama studi tersebut mengatakan, “Sebuah temuan utama ialah produk yang berhubungan dengan aspal mengeluarkan campuran senyawa organik yang substansial dan beragam ke udara. Itu memiliki ketergantungan yang kuat pada suhu dan kondisi lingkungan lainnya.”

Saat cuaca panas, dilansir Interesting Engineering, para peneliti melihat lonjakan hingga 300% emisi berbahaya dari aspal jalanan.

Insinyur kimia dan lingkungan Yale, Drew Gentner, menyatakan untuk menjelaskan pengamatan itu, mereka menghitung perkiraan tingkat emisi stabil. “Itu menunjukkan tingkat emisi lanjutan ditentukan waktu yang dibutuhkan senyawa untuk berdifusi melalui campuran aspal yang sangat kental,” jelasnya.

Lebih banyak tes diperlukan untuk mendeteksi tingkat pasti polusi yang dapat dihasilkan aspal. Karena area beraspal membentuk 45% permukaan di kota-kota AS dan 20% ditempati atap bangunan, aspal menjadi subjek yang membutuhkan pemeriksaan lebih saksama.

Walaupun kendaraan bermotor menghasilkan lebih banyak polusi secara keseluruhan, yang dihasilkan oleh aspal sering kali tidak dilaporkan karena merupakan polutan sekunder. Dalam upaya untuk membuat kendaraan bermotor lebih hijau, kita mungkin perlu mengatasi jalanan sebagai sumber polusi udara juga. (lgi)

sumber: merahputih.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s