Sektor EBT Dapat Suntikan Dana Selandia Baru

 Instalasi sumur geothermal atau panas bumi milik PT Geo Dipa Energi di dataran tinggi Dieng Desa Pranten, Bawang, Batang, Jawa Tengah, Senin (13/1/2020). Sejak pertengahan tahun 2019, PT Geo Dipa Energi (Persero) mulai pembangunan fisik Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Small Scale Dieng berkapasitas 10 Mega Watt (MW), yang merupakan pembangkit skala kecil pertama Indonesia yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2020. ANTARAFOTO/Anis Efizudin

JAKARTA – Sektor energi baru terbarukan atau EBT disebut-sebut mendapat alokasi dana terbesar dalam Program Bantuan Selandia Baru untuk Indonesia, salah satu program bilateral Selandia Baru terbesar di luar Pasifik.

Berdasarkan New Zealand-Indonesia Joint Commitment for Development 2017-2022, Selandia Baru akan mengucurkan NZ$30 juta atau sekitar Rp297,24 miliar dalam program pelatihan dan pendampingan teknis. Tujuannya memberikan akses setara energi terbarukan kepada masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia Diana Permana lewat keterangan tertulis, Jumat (4/9), menyebutkan Selandia Baru akan terus berkontribusi mewujudkan peta jalan pengembangan panas bumi dan energi bersih di Indonesia.

Komitmen tersebut, kata Diana, tercermin dalam Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru 2020-2024 yang baru saja disetujui. Rencana aksi ini berisi kesepakatan memperbarui fokus prioritas kerja sama bilateral, termasuk di bidang energi terbarukan, serta mengeksplorasi peluang baru.

“Sebagai wujud dari upaya menjalin kolaborasi yang lebih erat, Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru David Parker telah memastikan kehadirannya dalam Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020,” ujar Diana.

Ia menjelaskan bahwa David Parker akan menyampaikan strategi menghadapi tantangan covid-19 serta menegaskan peran penting pemulihan ekonomi rendah emisi dan tangguh terhadap perubahan iklim. Melalui penerapan kebijakan dan teknologi ramah lingkungan seperti pengembangan energi terbarukan di salah satu sesi DIIGC 2020 pada 8 September 2020.

Diana menceritakan, dukungan Selandia Baru untuk pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Indonesia dimulai sejak pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP di Kamojang, Jawa Barat. Yakni, PLTP pertama di Indonesia yang berdiri tahun 1970an.

Sejalan dengan seruan global untuk beralih ke energi terbarukan, Diana menyebut, Selandia Baru memutuskan turut memperkuat kemitraan dengan Indonesia.

Menurut Diana, pandemi ini telah menyuntikkan semangat baru untuk mempercepat transisi menuju kebijakan yang lebih ramah lingkungan dan mendorong penggunaan energi terbarukan.

“Selandia Baru akan terus berada di garis terdepan untuk membantu Indonesia meningkatkan akses ke energi bersih yang terjangkau dan dapat diandalkan,” akunya.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia menargetkan menjadi produsen listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia dengan kapasitas lebih dari 8.000 Megawatt (MW). Atau setara 23% dari bauran energi nasional pada 2030.

Sementara hingga akhir 2019, Selandia Baru dan Indonesia tercatat masuk kelompok lima besar produsen listrik tenaga panas bumi dunia, bersama Amerika Serikat, Filipina, dan Turki. Pada saat itu, total kapasitas daya yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi di 29 negara pada periode tersebut telah mencapai 15.400 MW.

Dengan pengalaman mengembangkan dan mendirikan sejumlah proyek geothermal terbesar dan berkelanjutan di dunia, Selandia Baru dinilai memegang posisi kunci dalam pengembangan industri geothermal global.

Diana menambahkan, melalui New Zealand Trade & Enterprise atau NZTE, Selandia Baru akan berbagi inovasi dan teknologi modern untuk mendukung Indonesia mewujudkan potensi dari energi terbarukan yang dimiliki.

Untuk diketahui, NZTE adalah agensi pemerintah untuk pengembangan bisnis internasional yang bertugas membantu perusahaan Selandia Baru mengakses pasar global dan menjalin kerja sama dengan investor global. Atau sebaliknya, menghubungkan perusahaan asing dengan peluang bisnis di Selandia Baru.

NZTE bermitra dengan pemangku kepentingan terkait di Indonesia untuk menyediakan wadah berbagi informasi dan jejaring.

Di sisi lain, Diana juga menyebut bahwa Selandia Baru mendukung pengembangan sumber daya panas bumi melalui program pelatihan dan pemberdayaan sumber daya manusia, dan kolaborasi komersial. Serta membantu pelaksanaan evaluasi potensi sejumlah proyek panas bumi, agar program eksplorasi selanjutnya berlangsung efektif.

Bersama Bank Dunia, Selandia Baru juga turut mengawal proyek eksplorasi panas bumi Wae Sano di Nusa Tenggara Timur. Wae Sano adalah proyek percontohan untuk proyek eksplorasi Indonesia di masa depan.

DIIGC 2020
Perlu diketahui, ajang DIIGC 2020 diselenggarakan oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API/INAGA) melalui aplikasi Zoom pada 1-10 September 2020. Konvensi digital ini diadakan sebagai pengganti ajang tahunan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition atau IIGCE 2020 yang ditunda hingga 2021 akibat pandemi covid-19.

Bertemakan The Future is Now: Committing Geothermal Energy for Indonesia’s Sustainable Development, DIIGC 2020 dimulai dengan presentasi teknis yang dibawakan para pakar, ilmuwan, pelaku bisnis, dan akademisi di bidang panas bumi pada 1 September 2020.

Sementara sesi konvensi utama akan diawali dengan pidato Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 8 September mendatang.

Pembicara utama yang dijadwalkan hadir pada acara tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen.

Pada hari terakhir DIIGC 2020, para peserta akan mengikuti wisata virtual ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai di Sumatera Selatan.(Zsazya Senorita)

sumber: validnews.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s