Energy Watch: Energi Terbarukan Masih jadi Anak Tiri

Energy Watch: Energi Terbarukan Masih jadi Anak Tiri

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah membentuk tim Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Surya di BUMN melalui SK Nomor 252/MBU/07/2020 per tanggal 27 Juli 2020. Tim ini bertujuan untuk menggenjot pemanfaatan potensi energi alternatif.

Misalnya, penggunaan energi matahari yang memiliki potensi besar dan dapat menghemat energi nasional serta membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pembentukan tim ini menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap penggunaan renewable energy (energi terbarukan).

“Saya kira kalau dengan wacana itu dan bisa jadi solusi ataupun satu langkah yang bagus dari Kementerian BUMN dalam rangka mendukung renewable energy,” ujarnya, Selasa (3/9).

Mamit melihat selama ini pemerintah belum memberikan prioritas pada pemanfaatan energi terbarukan, sehingga tertinggal dari negara lain. Namun, meskipun tertinggal, setidaknya pembentukan tim ini menjadi satu upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Kalau bahasa saya, energi terbarukan ini masih menjadi anak tiri, belum menjadi prioritas pemerintah. Meskipun berat untuk dicapai, tapi setidaknya ini menjadi satu upaya untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya.

Mamit berharap pemerintah ke depan bisa mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Apalagi saat ini sudah banyak inovasi yang mendukung potensi-potensi yang ada seperti teknologi biomassa dan solar panel.

BUMN seperti PT PLN (Persero) juga diharapkan lebih inisiatif dalam memanfaatkan potensi gas atau tenaga uap untuk pembangkitnya. Terakhir, dia berharap, pemerintah juga memberikan dukungan berupa stimulus bagi penggunaan energi terbarukan, di samping memberikan kepastian hukum.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Surya sekaligus Operasi I PT Len Industri, Linus Andor M Sijabat menjelaskan, Indonesia memiliki potensi energi alternatif tenaga matahari yang sangat besar. Sayang sekali bila dibiarkan begitu saja.

Seperti diketahui, Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa dengan iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga energi matahari menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi. Namun ironisnya, secara nasional pemanfaatan PLTS masih kurang dari 200 mega watt (MW) dari total 207,8 giga watt potensi yang dimiliki.

sumber: jawapos.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s