Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik Topang Perekonomian di Tengah Pandemi

Plastik jenis PET merupakan plastik dengan nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat. (Foto: Metro TV)

Jakarta: Daur ulang sampah plastik diprediksi akan memberikan dampak positif dalam perputaran ekonomi. Hal ini menjadi alternatif dari ekonomi linear dengan tujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin dan memulihkan material hingga usia akhir.

Plastik jenis PET merupakan plastik dengan nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat, karena paling mudah didaur ulang dibandingkan plastik jenis lain karena tingkat daur ulangnya mencapai 100 persen. Selain itu, PET paling ramah lingkungan karena pasti diserap oleh industri daur ulang yang membuatnya tidak membebani lingkungan.

“PET kalau dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Saking tingginya, bila kita melihat ke pembuangan akhir, jumlah sampah jenis plastik tersebut hampir sulit ditemukan. Limbah jenis itu rate daur ulangnya hampir 100 persen,” ujar kata Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) Novrizal Tahar.

Jenis plastik PET ini sering dijumpai dalam bentuk kemasan botol minuman atau galon mineral dengan ciri transparan. Berdasarkan Resin Identification Code (RIC) yang diterbitkan oleh The Society of Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 di Amerika Serikat, jenis plastik yang paling mudah didaur ulang yakni Polyethylene Terephthalate yang biasa disingkat PET, dengan kode nomor 1.

Selain membangun ekonomi sirkular sebagai solusi untuk mengatasi persoalan sampah plastik, Novrizal mengingatkan untuk terus melakukan dua pendekatan lainnya. “Butuh tiga pendekatan yang simultan. Pertama, pembatasan penggunaan plastik. Kedua, kita mendorong ke arah sirkular ekonomi. Ketiga, kita mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan limbah sampah,” katanya.

Prospek positif industri daur ulang ternyata memang bukan isapan jempol. Geliat sektor bisnis daur ulang di tengah pandemi ini tetap tumbuh positif. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 5,32 persen secara year on year. Namun demikian, tujuh dari 17 sektor ekonomi ternyata mampu berkontribusi positif pada perekonomian termasuk pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebanyak 4,56 persen.

Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa bisnis daur ulang dan pengelolaan sampah memiliki nilai ekonomi besar dalam skala perekonomian nasional. Daur ulang serta pengelolaan sampah dan limbah memiliki nilai ekonomi besar dalam skala perekonomian nasional. Bahkan, di tengah kondisi pandemi, sektor ini mampu menunjukkan resilience (tangguh) dan tetap tumbuh positif.

Meski tampak menjanjikan dari sisi ekonomi, sampah masih menjadi persoalan di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebutkan dalam setahun timbunan sampah sekitar 67,8 juta ton. Angka tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring laju pertumbuhan penduduk.

Dalam mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan dibutuhkan pendekatan circular economy (ekonomi melingkar), yaitu mempertahankan nilai produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah (zero waste) melalui cara daur ulang (recycling), penggunaan kembali (reuse), atau produksi ulang (remanufacture).

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien menuturkan, Kementerian LHK menargetkan kapasitas pengolahan sampah pada 2025 mencapai 100 persen. Pada masa itu, ditetapkan target masyarakat memilah sampah mencapai 50 persen untuk semua jenis sampah plastik.

“Oleh karena itu, pemilahan sampah dari sektor hulu memainkan peran penting dalam upaya mendaur ulang sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle),” tutur Vivien.

Sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola bank-bank sampah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Sampah yang terkumpul akan dipisah. Sampah organik dibuat menjadi kompos, sedangkan sampah plastik (PET botol) dapat dijual kembali untuk didaur ulang.

sumber: medcom.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s