Pertamina Ajak Masyarakat Mengendalikan Sampah Lingkungan

Program Tukar Oli dengan Sampah ala Pertamina. Foto : Pertamina.

Gresik: PT Pertamina Lubricants melalui salah satu pabriknya Production Unit Gresik (PUG) meluncurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang lingkungan yakni “Tukar Oli dengan Sampah” di Kedai Kopi Sampah, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik.

SpV HSSE PUG Pertamina Lubricants Ifan Sri Widodo menjelaskan program ini mengajak masyarakat untuk menukar sampah kering baik dari kardus bekas, kertas bekas, kaleng kosong, dan botol plastik dengan berat tertentu menjadi poin yang nantinya dapat ditukar dengan pelumas Pertamina.

“Kami terus berkomitmen menjaga lingkungan di mana kami beroperasi termasuk pengendalian sampah. Kami berharap dengan adanya program Tukar Oli dengan sampah ini, masyarakat bisa lebih termotivasi untuk menjaga dan mencintai lingkungan dengan membantu mengendalikan sampah disekitar mereka,” kata Irfan dalam keterangan resmi, Kamis, 3 September 2020.

Untuk satu kg sampah kering akan dikonversi menjadi satu poin. Poin terendah yang dapat ditukar yakni 15 poin untuk satu oli Enduro Gear. Sedangkan masyarakat harus mengumpulkan 34 poin untuk penukaran dengan Enduro Matic G 0,8 L, 40 poin untuk Enduro Matic 0,8 L, 37 poin untuk Enduro 4T 0,8 L dan 49 poin untuk Enduro Racing dan 71 poin untuk Pelumas mobil yakni Fastron Techno 1 L.

Ketua Karang Taruna RW 07 Kelurahan Sidokumpul Imam Wahyu mengatakan masyarakat tidak perlu membawa banyak sampah sekaligus karena pengumpulan poin akan berbasis digital melalui aplikasi di Kedai Kopi Sampah, sehingga memberikan kemudahan menabung sampah, Konsumen akan otomatis mendapatkan user id.

“Tujuan utama adalah untuk mengedukasi masyarakat untuk mengendalikan sampah dan mengurangi timbunan sampah ke TPS melalui penabungan sampah hingga penukaran menjadi Pelumas,” ujar Imam.

Ifan mengatakan program ini merupakan kelanjutan dan inovasi dari program sebelumnya ‘Ngopi Bayar Pakai Sampah”. Selama berjalan satu tahun, melalui program tersebut, Kedai mampu mengumpulkan 0,8 ton sampah dan berhasil mengurangi timbunan sampah dari Kelurahan Sidokumpul sebanyak 0,22 persen.

Imam berharap program baryu ini juga dapat berkontribusi lebih untuk mengurangi sampah timbun, mampu mengedukasi masyarakat untuk selalu memilah sampah, dan dapat berperan aktif peduli terhadap lingkungan. Hasil sampah kering yang dikumpulkan oleh Kedai Kopi Sampah selanjutnya dikelola menjadi kerajinan lampion oleh Karang Taruna Jagal Bangkit RW 7 Sidokumpul.

sumber: medcom.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s