Ha! Indonesia Butuh Rp374 Triliun agar Terbebas dari Polusi Plastik?

Tumpukan limbah plastik. - foto reuters

Bisnis.com, JAKARTA — The City of London Corporation meminta supaya dunia keuangan untuk membantu menyediakan infrastruktur senilai 19 miliar pound sterling yang dibutuhkan Indonesia untuk mencapai target nol polusi plastik pada 2040. Jumlah tersebut setara dengan sedikitnya Rp374 triliun dengan perhitungan kurs Rp19.700 per 1 pound sterling.

Angka tersebut muncul dalam sebuah laporan bertajuk Financing Waste Infrastructure in Indonesia yang terbit bukan ini. Laporan tersebut dibuat Macquarie’s Green Investment Group atas permintaan The City of London Corporation.

Laporan itu menyebutkan bahwa Indonesia harus membentuk otoritas pengelolaan limbah baru dengan bantuan teknis dalam kebijakan dan pembiayaan proyek dari Inggris.

Menurut laporan itu, infrastruktur pengelolaan sampah plastik yang ada di Indonesia tidak mengikuti peningkatan produksi di seluruh dunia, yang menyebabkan polusi dan kerugian bagi masyarakat lokal.

Indonesia telah mengalami peningkatan sampah plastik domestik dan menjadi salah satu penerima terbesar sampah plastik yang diekspor dari berbagai negara. Jika tidak ada dilakukan tidakan, kebocoran plastik ke perairan di pesisir bakal menjadi lebih dari dua kali lipat pada 2040. Kondisi ini merugikan industri pariwisata pesisir senilai US$ 13 miliar setahun.

Laporan tersebut seperti dikutip dari http://www.mrw.co.uk, Rabu (2/9/2020), mengatakan bahwa untuk menghasilkan nol sampah plastik pada tahun 2040, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 19 miliar pound sterling.

Indonesia secara khusus terkena dampak pencemaran plastik karena negara-negara maju telah mengekspor limbah plastik mereka dan sejumlah besar mulai dikirim ke Indonesia setelah China menutup perbatasannya dari limbah plastik pada 2018.

“Unlocking private capital to support Indonesia’s political priorities in waste management will be key to success.”

Akan tetapi, laporan tersebut mencatat bahwa Indonesia kekurangan infrastruktur untuk mengolah limbah plastic domestiknya dengan baik dan terus meningkat.

“Indonesia menghadapi keharusan yang kuat untuk meningkatkan pengelolaan sampahnya, khususnya untuk menangani peningkatan produksi sampah plastik dari rumah tangga mereka sendiri—dan Indonesia telah menerapkan kebijakan yang kuat untuk mencapai hal ini.”

Pada saat yang sama, tulis laporan itu, Indonesia dapat memanfaatkan peluang baru ini, yaitu pasar global plastik daur ulang yang sedang bertumbuh.

“Membuka modal swasta untuk mendukung prioritas politik Indonesia dalam pengelolaan sampah akan menjadi kunci sukses.”

Wali Kota London William Russell mengatakan bahwa Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dalam menangani tantangan lingkungan yang kritis terhadap sampah plastik.

Namun, tuturnya, jika ingin mencapai tujuannya untuk menghilangkan polusi plastik pada 2040, Indonesia sangat perlu meningkatkan pembiayaan untuk infrastruktur limbah kritis.

“Saya berharap laporan ini membantu mendukung upaya tersebut, memberi tindakan yang jelas bagi investor swasta, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi banyak masalah yang saat ini dihadapi.”

City of London Corporation adalah badan pengelola Square Mile yang didedikasikan untuk kota yang hidup dan berkembang, serta berkontribusi masyarakat yang berkembang, mendukung ekonomi yang berkembang, dan membentuk lingkungan yang luar biasa.

sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s