Jangan Percaya Dengan Mitos Mobil Listrik Ini!

The Four Most Prevalent Myths About Electric Cars | INSEAD Knowledge

Kalo ditanya tentang mobil listrik, kita pasti tahu lah kalo mobil listrik ini jadi mpian bagi banyak orang karena ramah lingkungan dan juga keren.

Tapi ternyata dibalik keunggulannya, ada banyak mitos palsu yang menerpa mobil listrik.

Berikut ini adalah mitos-mitosnya yang salah dan tidak memiliki bukti yang mendasar.

Mobil listrik dibuat dari bahan tambang mineral yang merusak bumi dan menggunakan pekerja anak 

Ini adalah salah satu mitos yang pernah beredar di masyarakat. Rumor tersebut mengatakan bahwa bahan mineral yang menjadi bahan baku pembuatan mobil ini berasal dari negara di Afrika yaitu Kongo dimana lingkungannya rusak karena tambang.

Selain itu, rumor juga mengatakan bahwa tambang tersebut memperkerjakan anak-anak di bawah umur dengan upah yang kecil.

Rumor inilah yang digunakan oleh orang orang untuk mengatakan bahwa mobil berbahan bakar bensin lebih baik daripada mobil listrik.

Padahal kenyataannya, 87% lithium yang menjadi bahan baku baterai mobil listrik berasal dari penguapan air laut sehingga tidak memerlukan aktivitas penambangan.

Lagipula, kobalt juga digunakan di 6 milyar smartphone di seluruh dunia. Terus mau komplain biar produksi smartphone dihentikan?

Tempat-tempat penghasil kobalt juga banyak terdapat di Chili, China, dan Australia sehingga Afrika tidak benar-benar menjadi tambang kobalt.

Selain itu, tidak ada anak-anak yang dipekerjakan dalam penambangan kobalt dan lithium.

Jadi, mitos ini salah ya !

Mobil listrik menjadi pemicu utama kebakaran 

Ada lagi nih mitos kalau mobil listrik itu bisa jadi pemicu kebakaran. Rumor ini mulai beredar ketika mobil listrik Ford Kuga PHEV ditarik dari pasaran karena baterainya yang mudah terbakar.

Memang betul bahwa jika mobil listrik terbakar bisa memproduksi gas beracun lebih banyak dan lebih lama sampai pemadam kebakaran harus mendapat pelatihan khusus untuk memadamkan kebakaran mobil listrik.

Tapi seberapa sering sih kebakaran mobil listrik?

Dari 1,2 juta mobil listrik di China, hanya 40 mobil saja yang terbakar.Sedangkan di Amerika, ada sekitar 1596 mobil berbahan bakar bensin dari 269 juta mobil yang terbakar.

Kita dapat melihat bahwa justru sebenarnya mobil listrik lebih aman daripada mobil berbahan bakar bensin.

Baterai mobil listrik hanya bertahan beberapa tahun 

Ini nih mitos yang paling sering beredar di masyarakat. Katanya baterai mobil listrik tuh gak awet dan gampang rusak.

Memang betul kalau dulunya para pemilik mobil listrik harus mengganti baterai mobilnya beberapa kali setiap bulannya dan aterai mobil listrik juga banyak yang mengalami degradasi setelah menempuh jarak tertentu.

Tapi sekarang baterai mobil bisa bertahan hingga 8 tahun dan menempuh jarak yang sangat jauh. Bahkan ada yang bisa dipakai untuk bolak balik dari Surabaya Jakarta sampe berapa kali.

Mobil listrik terlalu mahal 

Mitos ini juga paling sering kita denger dari orang orang. Katanya mobil listrik tuh mahal banget karena baterainya yang harganya bisa sampe 30% dari harga mobil listrik itu sendiri.

Padahal lama-lama mobil listrik tuh justru makin murah.

Lihat aja mobil listrik Zetta yang harganya aja cuma 98 juta. Ada juga Hyundai Ioniq yang harganya 569 juta. Bahkan ada juga mobil listrik yang harganya tuh cuma 13 jutaan!

Jadi inilah mitos-mitos mobil listrik yang salah ya !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s