Uji Coba Bus Listrik Sebagai Langkah Kurangi Polusi Udara

PR DEPOK – Bus sebagai transportasi umum menjadi pilihan sebagian besar masyarakat DKI Jakarta dalam menjadi angkutan dalam keseharian, selain membantu mengurangi kemacetan penggunaan transportasi umum juga dapat mengurangi tingkat polusi udara.

Berkaitan hal tersebut, PT TransJakarta memulai uji coba bus listrik.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Institute of Essential Service Reform (IESR), yakni lembaga think-thank bidang energi dan lingkungan yang mendorong perubahan menuju sistem energi yang berkelanjutan.

Diwakili oleh Julius C Adiatma selaku Clean Energy Specialist dan Idoan Marciano sebagai Energy and Electric Vehicles Technology Specialist IESR melalui keterangannya pada Minggu, 30 Agustus 2020 menyatakan apresiasinya.

“Inisiatif yang dilakukan oleh TransJakarta ini sangat positif, dan harus kita berikan apresiasi. Hasil uji coba ini tentunya akan sangat bermanfaat, tidak saja hanya menyangkut hal-hal teknis bus listrik tersebut, tapi juga bisa dipakai untuk melihat dan mengkaji banyak aspek, misalnya mendesain pola charging yang sesuai dengan kebutuhan dan mengestimasi kesanggupan infrastruktur kelistrikan di Jakarta untuk menerima lonjakan permintaan,” kata Julius dan Idoan seperti dikutip Pikiranrakyat.com-depok.com dari Antara.

Namun, Julius memberikan catatan berkaitan dengan uji coba bus listrik ini di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dengan kondisi ril nantinya.

“Tentunya akan berbeda, baik dari segi penumpang, kondisi lalu lintas, mungkin juga jumlah trip per hari. Ini akan berpengaruh terhadap konsumsi listriknya, jadi perlu dikalibrasi hasil dari uji coba ini supaya sesuai dengan kondisi normal,” ujar Julius.

Selain itu, ia berharap PT TransJakarta melibatkan merk lain dan mempercepat perizinannya agar dapat dilakukan uji coba.

TransJakarta sedang melakukan uji coba dua unit pemegang merek BYD bus listrik rute Balai Kota–Blok M sejak minggu pertama bulan Juli 2020 selama 3 bulan ke depan dengan mengangkut penumpang.

Adapun agen BYD di Indonesia dikelola oleh PT Bakrie Autoparts dengan membawa dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium type C6.

Kedua bus tersebut memiliki daya baterai yang baik dengan jarak tempuh 250 KM, dengan waktu pengisian daya selama empat jam setiap harinya.

Kepala Divisi Teknik dan Pengembangan Bus Listrik PT TransJakarta, Ery Priwan mengungkapkan proses uji coba berjalan dengan ketat untuk memastikan keamanan kendaraan dan nyaman baik untuk pengemudi maupun penumpang.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan dan Humas PT TransJakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan harapannya terhadap operasional bus listrik.

“Mulai dari tidak ada polusi, biaya perawatan lebih murah, kekuatan baterai tahan lama hingga konsep green city yang sejalan dengan cita-cita Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menuju 4.0,” tutur Nadia.***

sumber: pikiranrakyat.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s