KKP Kembangkan Kemasan Plastik dari Rumput Laut

Nelayan memindahkan rumput laut yang dipanennya di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Senin (4/9 - 2019). BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) mendukung program pengurangan sampah plastik, dengan melakukan perekayasaan teknologi pembuatan plastik ramah lingkungan (biodegradable) dari bahan baku rumput laut.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan sampah plastik menjadi salah satu momok bagi lingkungan. Selain memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai, sampah plastik juga rentan dikonsumsi oleh satwa, termasuk biota laut. Adapun, kemasan biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat di daur ulang dan dihancurkan secara alami.

“Hasil rekayasa ini berupa kemasan biodegradable dan kemasan edible coating yang digunakan sebagai pembungkus makanan. Saat ini, baru diproduksi komersial dengan skala usaha kecil oleh M. Putra Sahban pemilik UD Pusaka Hati Mataram, salah satu tenant inkubasi bisnis dari BBP3K,” kata Artati dalam siaran pers, Sabtu (29/8/2020).

Dia menambahkan dalam perkembangan teknologi, kemasan tidak hanya sekadar membungkus produk saja, tetapi melalui kemasan bisa ditambahkan satu konten atau ingredient di dalamnya seperti untuk memonitor kesegarannya. Dalam perkembangan kegiatan pemasaran eceran, peran kemasan semakin meluas antara lain dengan menggunakan sachet yang umumnya terbuat dari plastik.

Menurutnya, kemasan sachet dari bahan plastik memang cantik tetapi ada hal yang perlu mendapat perhatian yaitu karena tidak mudah terurai. Plastik biodegradable atau bioplastic yang hampir keseluruhannya terbuat dari bahan yang dapat diperbarui, seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota, menjadi salah satu solusi dalam pengurangan sampah plastik.

Apalagi, lanjutnya, konsumsi plastik nasional masih didominasi dalam bentuk kemasan sekitar 65 persen. Ketersediaan bahan dasar bioplastik di alam pun masih sangat melimpah.

Pihaknya mencontohkan dari bahan dasar rumput laut merah, dengan kandungan karbohidratnya merupakan bahan utama untuk membuat bioplastic. Kemasan edible coating yang diciptakan sebagai pembungkus makanan merupakan suatu terobosan yang baik untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan.

Apalagi Indonesia adalah salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia dengan peningkatan produksi sebesar 30 persen setiap tahunnya. Merujuk fakta ini, Indonesia memiliki peran besar dalam pengembangan plastik biodegradable dari rumput laut, guna mengatasi krisis plastik global.

sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s