Cegah Karhutla, Polda Kalsel Keluarkan Maklumat Pembakar Hutan Disanksi 15 Tahun Penjara

https: img.okezone.com content 2020 08 28 340 2269223 cegah-karhutla-polda-kalsel-keluarkan-maklumat-pembakar-hutan-disanksi-15-tahun-penjara-r8gPT4MjHM.jpg

JAKARTA – Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengeluarkan Maklumat terkait larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kalsel. Maklumat ini sebagai langkah antisipasi agar warga tidak membakar hutan dan lahan seperti yang kerap terjadi pada musim kemarau.

Dalam Maklumat Nomor: Mak/01/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020 tersebut, sanksi hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai undang-undang yang berlaku, hukum maksimalnya 12 hingga 15 tahun penjara.

Tidak hanya kurungan bagi mereka yang masih nekat membakar hutan dan lahan, juga diancam denda hingga Rp15 miliar.

“Kita tidak ingin Kalimantan Selatan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang merupakan perbuatan kejahatan tindak pidana karena menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, gangguan kesehatan, transportasi dan terganggunya aktivitas manusia. Belum lagi dampak perekonomian yang akan dialami,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa’i, Jumat (28/8/2020).

Karena itu, Polda Kalsel dan polres jajaran akan menindak tegas pelaku yang masih nekat membakar hutan. Sebab apabila terjadi kebakaran, dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Selanjutnya, ia berharap semua pihak mendukung upaya pencegahan karhutla. “Mari dukung upaya-upaya pencegahan. Jangan sampai terjadi kabut asap seperti beberapa tahun lalu,” imbuhnya.

Menurutnya, jajarannya bersama stakeholder terkait berupaya mencegah terjadinya karhutla.

Maklumat Kapolda Kalsel itu mengatur 5 (Lima) hal tentang larangan pembakaran hutan dan lahan di Kalsel, hingga sanksi yang akan diberikan kepada pelaku. Salah satu poin menekankan proses hukum yang tegas bagi pembakar lahan, baik personal maupun perusahaan atau korporasi.

Pasalnya, edukasi ke masyarakat harus gencar dilakukan sebelum karhutla melanda. Upaya hukum disebutnya sebagai langkah terakhir yang akan diambil kepolisian.

“Maka kita lakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, pemilik perkebunan dan korporasi, agar ikut berupaya mencegah karhutla. Salah satunya dengan mengembangkan Kampung Tangkal Karhutla dengan membentuk relawan peduli lingkungan,” tuturnya.

Ratusan personel pun disiagakan dan ditempatkan di wilayah rawan karhutla guna mengawasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahan.

“Polres-Polres di daerah kita minta bersiap cegah karhutla. Sejauh ini telah ada 11 Polres di daerah terpantau hotspot (titik panas) yang telah kita instruksikan untuk menangani dan mencegah karhutla tahun ini,” tutur Rifa’i.

sumber: okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s