Pentingnya Pengelolaan Limbah yang Baik di Lingkungan Apartemen

Pentingnya Pengelolaan Limbah yang Baik di Lingkungan Apartemen

JawaPos.com – Dampak pandemi Covid-19 meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan dan bahan kimia. Akibatnya sampah dan limbah medis yang dapat membahayakan lingkungan pun turut meningkat jumlahnya.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi perusahaan konsultan pengelolaan properti, Inner City Management (ICM). Perusahaan yang mengelola sekitar 45 site apartemen tersebut mengungkapkan pentingnya pengelolaan limbah yang baik di lingkungan apartemen dalam masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, banyak sampah yang berasal dari produk atau barang yang dipakai oleh penghuni, seperti masker, botol obat, dan tisu yang retan menjadi media penyebar wabah Covid-19. Untuk itu, pengelolaan sampah yang baik menjadi prioritas ICM agar penghuni tetap nyaman dan kesehatannya terjaga.

Direktur Operasional ICM Krisdiarto Adipranoto mengatakan sebagai perusahaan konsultan pengelola apartemen terbesar di Indonesia, ICM sangat peduli dalam pengelolaan limbah di seluruh lingkungan apartemen. Terlebih, apartemen merupakan lingkungan tempat tinggal bagi sebagian besar warga di kota-kota besar.

“Pengelolaan limbah menjadi fokus penting bagi kami dalam mencegah penyebaran virus di lingkungan apartemen. Sangat mungkin ada limbah medis yang berasal dari rumah tangga (hunian apartemen) karena masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” kata Krisdiarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8).

Penerapan pengelolaan limbah medis, mengacu pada Surat Edaran No. SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tentang Pengelolaan Limbah Infeksiksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Tak hanya mengikuti aturan dari KemenLHK, kami juga menerapkan standar yang digunakan World Health Organization (WHO) dalam pengelolaan limbah air agar sumber air di lingkungan apartemen dapat selalu terjaga kebersihannya,” jelasnya.

Sementara, SOP Manager ICM, Hidayat menambahkan untuk pengelolaan limbah infeksius (apabila terdapat ODP) yang berasal dari rumah tangga yakni alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan hingga pakaian akan dikemas dalam wadah tertutup dan bertuliskan limbah infeksius.

“Kami dibantu oleh petugas dari Dinas yang bertanggung jawab dibidang lingkungan hidup kebersihan dan kesehatan dalam pengangkutan sampah-sampah limbah infeksius,” paparnya.

Dikatakan Hidayat, untuk petugas kebersihan di lingkungan apartemen selalu menggunakan APD lengkap mulai dari kepala ada face shield, masker, kacamata pelindung, rompi/apron tahan air, sarung tangan hingga sepatu boots yang telah disediakan.

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh penghuni apartemen untuk selalu waspada terhadap permukaan-permukaan yang sering disentuh oleh banyak orang seperti tombol lift, gagang pintu, hingga fasilitas umum lainnya. Kemudian rajin mencuci tangan,” tegasnya.

ICM terus mengimbau kepada para penghuni agar mengurangi sampah masker, dan mengutamakan penggunaan masker yang dapat dicuci ulang. Kalaupun menggunakan masker sekali pakai para penghuni diberikan edukasi tata cara pembuangannya, yakni dengan dirobek, dipotong serta digunting.

“Kami telah menyediakan tempat sampah khusus di ruang-ruang publik dengan berbagai jenisnya sehingga penghuni bisa memilah saat melakukan pembuangan. Kami berharap penghuni dapat bekerja sama dengan baik agar penghuni tetap terjaga kesehatannya,” tutupnya.

sumber: jawapos.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s