Mobil Listrik Cina Nio Saingi Tesla: Baterai Diganti Pabrik, Tak Perlu Isi Ulang

Mobil listrik premium buatan Cina, ES8 2017, bersiap dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat. Salah satu keunggulannya, tak perlu isi ulang baterai. Pabrik akan mengganti baterai yang habis dayanya. FOTO: chinamoneynetwork.com

TEMPO.CO, Jakarta – Mobil listrik dari Cina merek Nio berencana ekspansi ke pasar Barat pada tahun depan. Bahkan pabrikan Nio akan mengekspor baterai pengganti untuk menyaingi Tesla.

Menurut Chairman Nio Inc., William li, perusahaan yang berdiri pada 2014 itu mempelajari pasar dan menyusun rencana operasi.

“Mudah-mudahan pada paruh kedua 2021 kami dapat memulai beberapa eksplorasi kecil di negara-negara yang EV (electroniv vehicle) populer,” kata Li pada Kamis, 20 Agustus 2020, seperti dirilis hindustantimes.com. “Kami ingin memulai di negara-negara Eropa.”

Li berpromosi, keunggulan kompetitif potensial Nio adalah pemilik memungkinkan menukar baterai yang terkuras ketimbang mengisi ulang.

Nio Inc. telah mendirikan 143 stasiun penukar baterai di kota-kota besar di Cina, termasuk Beijing dan Shanghai.

Menurut Li, jika layanan perggantian baterai Nio muncul di pasar Barat akan membantu bersaing dengan Tesla di New York dan Chicago. Para pemilik mobil listrik di kota-kota padat AS itu tak perlu pengusi ulang di rumah.

“Banyak orang membutuhkan baterai swap ini karena mereka tidak bisa memasang pengisi daya di rumah,” kata Li

Nio adalah mobil merek Cina dengan harga premium paling terkemuka di industri mobil listrik, baik perusahaan rintisan, milik negara, maupun patungan dengan mitra asing.

Partai Komunis Cina telah mempromosikan mobil listrik dengan subsidi miliaran dolar AS yang telah menjadikan Cina sebagai pasar kendaraan listrik terbesar dunia. Penjualannya sampai sekitar setengah dari total penjualan mobil listrik global. 

Subsidi diperpanjang hingga 2022 untuk membantu produsen di Cina mengatasi permasalahan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Mobil listrik Nio awalnya diproduksi bersama investor raksasa teknologi China Tencent, Baidu dan Lenovo.

Kini, menurut Li, perusahaan tersebut lebih stabil karena penjualan meningkat.

Sebelumnya, perusahaan kehilangan USD 164 juta pada 2020 hingga Juni. Meski begitu, penjualan dua model SUV dengan harga hingga 370.000 Yuan atau USD 53.000, naik ke rekor 10.331.

Adapun model ketiga mobil listrik Nio, coupe, akan mulai dijual pada September 2020.

sumber: tempo.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s