Hoho! Di Tahun Ini Lebih Banyak PLTU Yang Tutup Daripada Yang Buka!

Man holds coal.

Dari dulu ya kalo pake listrik kita pasti pake sumber dari PLTU yang pakai batubara untuk operasionalnya. Tentu kita udah gak asing lah sama yang namanya PLTU karena dari dulu listrik kita berasal dari sini.

Tapi lama-kelamaan PLTU disorot karena menyebabkan polusi udara dari pembakaran batubara. Liat aja asap dari cerobong PLTU, udah pasti asepnya banyak dan bisa aja warna hitam kalo gak disaring.

Akibatnya lama-lama pemerintah di berbagai negara seperti Indonesia pun berusaha untuk menggantikan PLTU dengan energi terbarukan.

Buktinya India saja sudah mulai menutup PLTU nya. Australia pun juga menutup PLTU terbesarnya yang memasok 1,2 GW listrik dan membatalkan rencana pembangunan PLTU yang secara keseluruhan menghasilkan 27 GW listrik.

Hal ini sendiri terjadi karena pandemi dan juga regulasi polusi udara dari Eropa yang cukup ketat. Selain itu biaya karbon yang semakin mahal juga mendorong dunia untuk mencari energi ramah lingkungan.

Salah satunya adalah India yang mengatakan bahwa energi terbarukan sangat murah sehingga nantinya listrik dari batubara tidak akan diminati lagi.

Tidak hanya itu, harga energi batubara juga semakin jatuh yaitu menjadi 3 kali lebih rendah.

Secara keseluruhan sudah ada sekitar 21,2 GW listrik energi terbarukan dari batubara yang ditutup. Angka ini mencapai lebih banyak dari target yaitu 18,3 GW.

Tapi tetap saja masih ada negara yang masih membangun PLTU yang menggunakan batubara. Salah satunya adalah Jepang yang sedang membangun PLTU dengan daya listrik sebesar 1,8GW walaupun negara itu mengumumkan akan menutup 100 PLTU.

Selain Jepang, ada juga Jerman yang malah ikut membangun PLTU dengan daya listrik sebesar 1,1 GW di tengah upaya untuk menepati janjinya untuk menghapus penggunaan batubara di tahun 2038.

China bahkan lebih parah yaitu mereka membangun PLTU batubara yang bisa memasok hingga 50% energi listrik dunia.

Padahal analisis pernah mengatakan bahwa jika dunia harus menutup sekitar 50% PLTU di tahun 2030 jika ingin memenuhi Perjanjian Paris yaitu menahan kenaikan suhu bumi menjadi tidak lebih dari 1,5 derajat celcius.

Sekjen PBB bahkan meminta agar PLTU mulai ditutup agar Perjanjian Paris bisa segera terpenuhi.

Jadi, bisa dibilang saat ini PLTU di seluruh dunia mulai ditutup untuk memenuhi Perjanjian Paris walaupun masih ada juga yang bandel.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s