Ini 5 Negara yang Masih Konsumsi Hewan Langka Terancam Punah

Hewan Terancam Punah

Jakarta –

Meski beberapa hewan masuk ke dalam daftar langka terancam punah. Tapi ada beberapa negara yang masih konsumsi hewan langka tersebut.

Spesies hewan langka yang terancam punah sering mengundang kontroversial, terutama dari organisasi pecinta hewan. Apalagi hewan-hewan ini sering diburu untuk diambil kulitnya sampai dijual dagingnya sebagai makanan.

Menurut data dari One Green Planet (27/07), ada beberapa negara yang masih mengonsumsi hewan terancam punah. Seperti di Jepang yang masih terus menyantap ikan Bluefin Tuna. Lalu ada juga Giant Salamander yang jadi hidangan eksotik di sana.

Berikut lima negara yang masih konsumsi hewan langka terancam punah.

1. Vietnam

Vietnam ini penuh dengan hidangan lokal yang menggunakan daging hewan eksotik sebagai bahan utamanya. Selain menyantap daging anjing hingga tikus, Vietnam juga terkenal dengan produksi trenggilingnya.
Trenggiling sendiri termasuk ke dalam hewan yang terancam punah dan dilindungi. Kebanyakan trenggiling dijual di dalam pasar gelap untuk diambil dagingnya sebagai makanan. Bahkan dari data yang dihimpun One Green Planet, setidaknya ada 182,780 ekor trenggiling yang dijual secara ilegal di tahun 2013.

Untuk menangani hal ini pemerintah dan organisasi pecinta hewan bergerak aktif untuk menumpas perdagangan ilegal trenggiling. Bahkan hewan mamalia ini jadi hidangan mewah di beberapa negara seperti Vietnam, China dan Afrika.

2. Republik Kongo

Telertak di Afrika Tengah, Republik Kongo masuk ke dalam daftar negara yang masih santer mengonsumsi daging hewan terancam punah. Kebanyakan orang di sana masih sering berburu hewan primata seperti gorilla gunung, potto, sampai mandrill.

Setelah berhasil ditangkap daging hewan primata ini kemudian diambil dagingnya untuk dimakan. Sayangnya hampir semua primata yang disantap masuk ke dalam spesies langka yang diambang kepunahan.

Menurut data dari organisasi Endangered Species International, budaya ini memang sudah melekat di Kongo. Banyak orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman bergantung hidup dengan cara berburu. Namun jika hal ini terus berlanjut bisa berakhir dengan kepunahan primata serta ekosistem.

3. Kanada

Selain di wilayah Asia, Kanada juga masuk ke dalam negara yang mengonsumsi daging hewan terancam punah. Menurut data yang dihimpun dari organisasi pecinta hewan Especes Menacees, di tahun 2007 ada 50 ribu ekor rusa putih yang diambil dagingnya.

Selain itu ada juga 25,000 ekor rusa moose, dan 4,500 ekor beruang hitam Amerika, dan 13,500 ekor rusa Caribou yang diburu. Caribou ini lah yang menjadi perhatian utama karena sejak dulu selalu diburu sebagai bahan makanan bagi suku Inuit di Kanada.

Sementara itu selama beberapa tahun terakhir populasi Caribou semakin menurun, bahkan masuk ke dalam spesies hewan terancam punah. Apalagi sulit untuk menangkap pemburu liar yang menjadi permasalahan utama di Kanada.

4. Jepang

Menurut One Green Planet, Jepang merupakan negara yang paling sering menyantap daging hewan yang terancam punah. Salah satunya yang paling populer ada ikan Bluefin Tuna yang jadi makanan populer di sana.

Selain itu orang-orang Jepang juga masih memburu ikan hiu yang populasinya terus menurun. Untuk diambil siripnya dan dibuat menjadi sup. Tak hanya ikan hiu, konsumsi daging ikan paus yang tinggi terus berlangsung di Jepang.

Sayangnya pemerintah Jepang belum mengambil langkah yang serius untuk menghentikan atau mengurangi industri ini. Bahkan menurut beberapa organisasi internasional, Jepang seharusnya menghentikan tindakan biadab yang mengancam spesies ikan langka.

5. Giant Salamander

Terkenal dengan nama salamander raksasa, hewan amfibi paling besar di dunia ini masuk ke dalam spesies hewan yang terancam punah. Populasinya sangat sedikit dan langka sehingga ada di dalam daftar hewan yang dilindungi.

Namun meski begitu amfibi yang satu ini masih jadi buruan di wilayah China. Banyak warga China yang percaya bahwa menyantap daging salamander memiliki beragam manfaat kesehatan. Selain itu hidangan ini dianggap sebagai makanan mewah yang eksotik.

Menurut organisasi IUCN, selama 30 tahun terakhir populasi salamander terus menurun karena terlalu banyak diburu sebagai makanan. Salamander disebut sebagai korban daging eksotik yang berakhir di piring.

sumber: detik.com

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s