Investasi Juga Perlu Berorientasi ke Dampak Sosial dan Lingkungan

Investasi Juga Perlu Berorientasi ke Dampak Sosial dan Lingkungan

Jakarta, Beritasatu.com – Kinerja investasi di Indonesia diharapkan bisa ditingkatkan dengan pendekatan inklusif, sehingga bisa menjawab tantangan bonus demografi dan peningkatan angkatan kerja tiap tahunnya.

Direktur Eksekutif (Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan, menghadapi minimnya penyerapan tenaga kerja, maka desain investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) perlu diikuti kerangka regulasi dan insentif yang ramah terhadap perubahan yang terjadi saat ini, bahkan di masa pandemi sekalipun. Meski begitu, ia mengharapkan agar kerangka investasi tadi bisa dibuat inklusif untuk kepentingan domestik.

“Kata kuncinya adalah investasi kita mesti inklusif, jadi capaian yang sudah bagus selama beberapa tahun ini harus terus dikembangkan. Investasi inklusif itu di masa depan menyangkut triple bottom line yang berorientasi people, planet, dan prosperity yang tidak hanya membawa dampak finansial, tapi juga isu sosial maupun yang lain,” ujarnya dalam Webinar KTT Seri 1 Indef dengan topik Arsitektur Investasi dalam Mendukung Penciptaan Lapangan Kerja, Selasa (21/7).

Investasi inklusif, sambung Erani bisa menyelesaikan masalah pokok seperti ketenagakerjaan. Pasalnya, realisasi investasi selalu melebihi target, tapi kemampuan menyerap tenaga kerjanya semakin landai.
sumber: beritasatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s