Inovasi Ramah Lingkungan, Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Tas dan Dompet

Karja – Kini semakin banyak inovasi-inovasi yang dilakukan pengrajin untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bermanfaat dan juga melihatnya sebagai peluang bisnis. Sampah plastik sendiri semakin meningkat jumlahnya setiap tahun dan membutuhkan waktu 50 sampai 100 tahun agar alam bisa mengurai dan menghancurkannya.

Karja pun menemui salah satu pengrajin bernama Dayang Rusdiana (50) yang tinggal di Jalan Lambung Mangkurat, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir.
 
 
Ketika masuk ke dalam rumahnya, terlihat langsung berbagai macam jenis sampah plastik yang ia kumpulkan. Dari tangannya, sampah plastik itu telah disulap menjadi puluhan bahkan ratusan tas dan dompet.
 
 
Wanita yang telah berumur setengah abad ini melihat sampah plastik menjadi salah satu peluang bisnis. Ia pun belajar secara ototidak sejak tahun 2005 silam untuk membuat tas dan dompet yang sangat modis untuk dikenakan.
 
 
“Awalnya itu saya buat kerajinan dari bahan rotan. Tapi karena susah didapatkan, akhirnya saya beralih menggunakan sampah plastik seperti bungkusan minuman sachet dan membuatnya menjadi dompet atau tas,” katanya kepada Karja, Jumat (10/7/2020) siang.
 
 
 
Wanita yang akrab disapa Diana ini mengungkapkan, dari ilmu yang didapatkan secara otodidak, ia telah diundang di berbagai sekolah untuk mengajarkan kepada siswa-siswi mengenai cara mengurangi sampah plastik di Samarinda.
 
 
“Alhamdulillah diundang di beberapa sekolah untuk untuk mengajarkan para murid-murid dan juga guru-gurunya. Selain sekolah ada mahasiswa juga yang belajar ke sini,” ungkapnya.
 
 
Lebih lanjut, ia juga telah meraih beberapa penghargaan ketika mengikuti lomba fashion daur ulang dari tingkat kota, provinsi, dan nasional.
 
 
“Baju ini pernah mengikuti kejuaran fashion daur ulang tingkat kota, provinsi dan nasional, Alhamdulillah meraih juara satu, juara dua, dan tiga serta the best costume,” ungkapnya.
 
 
Untuk harga kisaran dompet dan tas, Diana mematok dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu tergantung dari besar kecilnya. Sedangkan untuk baju, bisa mencapai Rp 200 ribu dan paling mahal Rp 750 ribu.
 
 
 
Ditanya mengenai proses pembuatan untuk satu buah tas atau dompet, Diana membutuhkan waktu selama satu minggu pengerjaan. Namun, ia terkendala dengan pengumpulan sampah plastik yang bisa memakan waktu tiga sampai enam bulan lamanya.
 
“Untuk sampah plastik ini saya ambil dari bank-bank sampah, dan kantin sekolah. Untuk kesulitan sendiri dalam pembuatan tas atau dompet tidak masalah dalam seminggu sudah jadi, cuman kan pengumpulannya itu yang lama. Untuk satu tas itu saya membutuhkan sebanyak 300 bungkus minuman sachet. Jadinya agak lama untuk mencari yang sama dan sejenis,” keluhnya.
 
 
Ia juga berharap dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi tas dan dompet serta kerajinan lainnya dapat mengurangi sampah plastik di Samarinda. Terlebih lagi dengan didukungnya percepatan informasi yang sangat mudah, bisa membuat masyarakat mengembangkan dirinya dan berkreasi dari rumah.
 
 
sumber: kumparan.com
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s