Mengenal Zero Waste, Gerakan Sosial Peduli Lingkungan Hidup

Mengenal Zero Waste, Gerakan Sosial Peduli Lingkungan Hidup

Merdeka.com – Penggunaan barang-barang sekali pakai saat ini seolah sudah tidak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat. Kantong plastik bekas belanjaan, sendok makan plastik dari nasi kotak, sikat gigi plastik, adalah contoh kecil penggunaan barang-barang plastik dalam kehidupan sehari-hari. Barang-barang plastik pada akhirnya akan menjadi sampah tak terurai yang menggunung dan mengancam kondisi lingkungan.

Masyarakat terbiasa dijejali dengan iklan-iklan yang menonjolkan gaya hidup konsumtif. Strategi marketing berhasil membuat para konsumen merasa bahwa barang-barang yang ia miliki tidaklah cukup dan ia harus selalu memperbarui jenis atau model barangnya agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Namun tahukan Anda, bahwa perilaku konsumsi seperti ini dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup bumi?

Untuk itu, dalam beberapa tahun belakangan mulai diperkenalkan sebuah gerakan sosial yang bernama Zero Waste. Menurut zerowaste.id, zero waste adalah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup demi mendorong siklus hidup sumber daya, sehingga produk-produk yang ada bisa digunakan kembali dengan lebih maksimal. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Zero Waste

Menurut Zero Waste International Alliance, yang dimaksud dengan Zero Waste adalah konservasi semua sumber daya dengan cara produksi, konsumsi, penggunaan kembali dan pemulihan produk, pengemasan tanpa pembakaran, dan tanpa pembuangan ke tanah, air, atau udara yang mengancam lingkungan atau kesehatan manusia.

Zero Waste memiliki tujuan yang etis, ekonomis, efisien dan visioner untuk membimbing masyarakat dalam mengubah gaya hidup dan praktik pengolahan limbah mereka. Zero waste mengajarkan untuk mengadopsi siklus hidup yang berkelanjutan, di mana semua barang yang akan dibuang dirancang kembali menjadi suatu sumber daya baru yang bisa digunakan lagi.

Zero waste terutama sangat ketat dalam menjauhi praktik single use plastic atau menggunakan plastik sekali pakai. Tujuannya adalah, agar sampah plastik tidak dikirim ke landfill

(TPA), menurunkan volume dan toksisitas sampah. Jadi, zerowaste tidak hanya berbicara mengenai recycle (mendaur ulang). Tetapi juga  Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), and Reuse (menggunakan kembali) terhadap barang-barang plastik. Ketika sudah tidak memungkinkan untuk melakukan 3 hal tadi, barulah dilakukan Recycle (mendaur ulang) dan Rot (pembusukan).

Strategi Zero Waste

Strategi Zero Waste adalah menolak praktik pembakaran sampah, menolak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) raksasa untuk mewujudkan gaya hidup masyarakat yang berkelanjutan. Walaupun mungkin terdengar seperti tujuan idealis, Anda dapat memasukkannya ke dalam kerangka waktu yang realistis.

Para aktivis Zero Waste tentu tidak berharap untuk mencapai nol limbah dalam satu tahun kedepan, tetapi mereka mengkampanyekan aksi-aksi antisipasi dan memperkenalkan solusi lain dari gaya hidup konsumtif. Gaya hidup minimalis yang dibawa oleh Zero Waste berupaya untuk memaksimalkan penggunaan barang, menghindari penggunaan barang berbahan plastik, dan meminimalisir sampah rumah tangga.

R Keempat dalam Zero Waste

Sebagian besar orang pasti telah akrab dengan jargon 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Di sisni, Zero Waste memperkenalkan R ke empat yaitu Responsible (tanggung jawab) yang adalah kunci utama dari sunstainability (keberlanjutan).

Hal ini membutuhkan tanggung jawab individu, tanggung jawab masyarakat, tanggung jawab industri, tanggung jawab profesional dan tanggung jawab politik. Gerakan Zero Waste membutuhkan tanggung jawab masyarakat sebagai dasar masalah, tanggung jawab industri di ujung depannya, dan kepemimpinan politik yang baik untuk menyatukan keduanya.

Dan karena masalah ini terlalu penting untuk diserahkan pada “ahli limbah”, maka untuk mewujudkan masyarakat Zero Waste dibutuhkan keterlibatan dari setiap sektor ekonomi. Perlu ada integrasi strategi nol limbah dengan petani, pendidik, ekonom, pekerja industri, arsitek, pengembang komunitas, dan aktivis sosial.

sumber: merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s