Keharusan Mobil Diesel Lebih Rendah Polusi Tertunda Hingga 2022

Keharusan Mobil Diesel Lebih Rendah Polusi Tertunda Hingga 2022

JAKARTA – Pandemi virus Corona (Covid-19) membawa satu dampak tambahan lagi bagi industri otomotif Indonesia, selain penurunan penjualan. Penerapan aturan standar emisi yang lebih bersih bagi mobil-mobil diesel harus mundur setahun gara-gara musibah tersebut.

Industri otomotif Indonesia harusnya bakal mulai menerapkan standar emisi gas buang Euro 4 pada April 2021 mendatang, naik dua tingkat dari standar Euro 2 yang masih berlaku hingga saat ini. Adapun standar Euro 4 bagi mobil bermesin bensin sudah lebih dulu terjadi pada Oktober 2018.

Eksekutif Isuzu Indonesia menyatakan pihaknya menerima informasi penundaan aturan Euro 4 bagi mobil diesel dari pemerintah, melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sebagai informasi, Gaikindo adalah asosiasi resmi yang menaungi merek-merek mobil global di pasar otomotif Tanah Air.

“Kami sudah dapatkan info dari Gaikindo. Gaikindo menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyatakan bahwa implementasi Euro 4 untuk kendaraan diesel ditunda sampai April 2022. Jadi ditundanya satu tahun,” ucap Attias Asril, General Manager Marketing Division PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Jumat (26/6/2020).

Menurut dia, keputusan tersebut diambil dengan berbagai diskusi dan pertimbangan termasuk dengan Gaikindo. Masuknya pandemi dan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat sejak awal April hingga awal Juni di banyak daerah mengganggu persiapan para pabrikan untuk menaati regulasi.

“(Penundaan Euro 4 mesin diesel) karena mendengarkan berbagai macam pertimbangan juga, termasuk audiensi dengan Gaikindo. Tentunya dalam situasi yang seperti ini banyak pembatasan-pembatasan aktivitas sehingga persiapan menuju Euro 4 juga terhambat,” papar Attias.

Disetujui 4 Kementerian
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, ketika dihubungi Mobil123.com mengonfirmasi hal tersebut. Penundaan ini sendiri awalnya adalah pengajuan Gaikindo dan sudah disetujui oleh institusi pemerintahan terkait yaitu Kementerian Perindustrian, KLHK, Kementerian Perhubungan, plus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Saat ini kami semua baru dalam taraf persiapan. Cuma, dalam tahap ini, mendadak ada Covid-19. Banyak tenaga-tenaga ahli dari luar yang ikut mempersiapkan perubahan pada mesin dari standar Euro 2 ke Euro 4 pulang ke negara masing-masing. Lalu pandemi ini juga mengganggu persiapan Euro 4 di level pemasok komponen kendaraan,” jawab Nangoi via sambungan telepon.

Para pabrikan, menurut dia, juga mengkhawatirkan tersendatnya pengurusan Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) mobil-mobil diesel mereka kelak, karena pandemi.

“Nanti, kan, kalau sudah beralih ke Euro 4, Kementerian Perhubungan akan menganggapnya sebagai kendaraan-kendaraan baru dan oleh karena itu harus menjalani uji tipe yang membutuhkan waktu cukup lama. Dengan adanya pandemi dikhawatikan semuanya menumpuk di belakang sehingga waktunya makin mepet,” tukasnya.

Taufiek Bawazier, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, ketika dihubungi membenarkan alasan-alasan penundaan regulasi dari Nangoi. [Xan/Ari]

sumber: mobil123.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s