150 Ton Sampah Cilacap Bakal Diolah jadi Bahan Bakar

Cilacap, Serayunews.com-Pemerintah Kabupaten Cilacap tidak akan lagi dipusingkan dengan persoalan sampah yang menumpuk. Dengan akan dioperasionalkan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) dengan teknologi Refuse Derived Fuell (RDF) pada awal Bulan Juli.

TPST RDF yang berada di TPA Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi ini dalam setiap hari mampu mengolah sampah sebanyak 150 ton. Nantinya, sampah akan diubah menjadi bahan bakar alternatif, dan digunakan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Awaludin Muuri mengatakan kebutuhan sampah-sampah tersebut dipenuhi dari wilayah Kota Cilacap yang setiap hari mencapai 120 ton sampah, dan juga ditambah dari wilayah Distrik Kroya yang setiap hari memproduksi sekitar 25 ton sampah.

“Kapasitas RDF jika dipacu secara optimal bisa 150 ton perhari, jadi mudah-mudahan dengan adanya RDF, sampah di Cilacap tertangani, terutama di TPA Kepudang Binangun untuk distrik Kroya hampir penuh, masyarakat sudah menginginkan agar segera dipindah,” katanya.

Dengan adanya RDF ini, maka Pemkab Cilacap memiliki keuntungan, salah satunya Pemkab tidak lagi melakukan pengadaan lahan untuk membuka TPA baru, bahan bakar alternatif yang dihasilkan bisa dijual dan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Serta dampak sosial terhadap masyarakat bisa terkurangi.

Hasil pengolahan sampah ini akan dimanfaatkan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap yang memproduksi Semen Indonesia. Bahan bakar tersebut sebagai pengganti batubara, meskipun PT SBI masih tetap menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.

MSW RDF Bisnis Development Manager di PT SBI Ita Sadono mengatakan jika 150 ton sampah yang diolah bisa menghasilkan sekitar 75 ton bahan bakar alternatif setiap harinya. Secara teknis, setiap sampah basah yang masuk setiap harinya akan dikeringkan secara manual selama 21 hari. Selanjutnya, sampah yang kering lalu dikecilkan ukurannya agar bisa diolah.

“Sampah tidak akan menumpuk lagi di TPA, insyaallah sekitar 80 persen sampah akan hilang dan menjadi alternatif bahan bakar di PT SBI, dan lebih ramah lingkungan,” katanya.

PT SBI, selain memanfaatkan bahan bakar alternatif yang dihasilkan, juga sebagai operator fasilitas tersebut. Hal ini dikarenakan PT SBI memiliki pengetahuan pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Untuk itu, Pemkab Cilacap telah menyiapkan sekitar 18 orang yang akan dilatih, agar bisa mengoperasionalkan mesin RDF. Sehingga, nantinya Pemkab akan mengelola secara mandiri.

sumber: serayunews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s