Disukai Anak-Anak, Benarkah Balon Berbahaya Bagi Lingkungan?

Ilustrasi balon

Liputan6.com, Jakarta – Lagu ‘Balonku’ karya AT Mahmud jadi salah satu yang suka dinyanyikan oleh anak-anak. Namun, nama balon punya sejarahnya sendiri dan memiliki beragam jenis.

Balon yang biasa dijadikan mainan anak-anak dikenal dengan balon mainan. Melansir dari laman History of Balloons, Selasa, 16 Juni 2020, balon kecil ini terbuat dari karet, lateks atau plastik aluminisasi dan sebagian besar digunakan untuk permainan anak-anak, dekorasi pesta, dan iklan.

Michael Faraday orang pertama yang membuat balon karet pada 1824. Ia dikenal sebagai ilmuwan yang menemukan teori elektromagnetik.

Sejak saat itulah model balon mulai berkembang. Kini, balon dapat dijumpai dalam beragam bentuk dan warna yang menarik.

Anda tidak perlu repot mencari gas helium untuk memompa balon karena balon bisa menggembung dengan cara ditiup.

Balon kemudian jadi bagiaan peraayaan penting di dunia, salah satunya perayaan Holi di India. Holi atau Festival Warna adalah festival awal musim semi yang dirayakan di India, Nepal, Bangladesh, dan negara- negara berikut yang memiliki penduduk beragama Hindu.

Keluhan terhadap Balon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s