Pejuang Lingkungan Ubah Tempat Wisata Jadi Lahan Tumbuh Anggur Laut

Pulau Serangan

Jakarta – Pengalihfungsian sebuah tempat bisa menjadi hal positif, khususnya untuk pelestarian lingkungan yang saat ini semakin banyak terjadi pencemaran. Contohnya seperti sebuah kanal di Pulau Serangan Bali yang dahulu sering digunakan sebagai tempat pariwisata, yang kemudian menjadi tempat berkembangnya rumput laut maupun alga yang bisa dikonsumsi.

I Wayan Patut seorang pejuang lingkungan menceritakan bahwa memang dahulu kanal wisata ini sering digunakan untuk objek wisata seperti event.

“Ini namanya kanal wisata, berfungsi untuk pemisah sebagai kawasan pengembangan dengan kawasan pemukiman. Bisa juga berfungsi untuk sebagai atraksi wisata, ada canoe (perahu kano) dan sebagainya. Dulu pernah kita pakai sebagai event,” ungkap I Wayan Patut.

I Wayan Patut pun membeberkan proses tempat ini yang dahulunya menjadi objek wisata, sekarang bisa menjadi tempat berkembang biaknya komoditas alga untuk dikonsumsi masyarakat.

“Sekarang kanal ini fungsinya juga tempat hidupnya tumbuhnya rumput laut, ada jenis rumput laut yang bisa dimakan seperti sayur dahulu untuk makanan tradisional khas rumput lautnya. Salah satunya alga, dia bukan rumput laut tapi jenis alga,” jelas I Wayan Patut.

Alga ini pun dapat dikonsumsi langsung tanpa perlu diberikan bumbu. Banyak masyarakat yang juga menikmati hasil dari perubahan ekosistem lingkungan wisata ini.

“Kandungan seratnya (alga) tinggi, kalau orang susah buang air besar ini bisa dimakan langsung. Kita bisa makan tanpa dikasih bumbu,” imbuhnya.

Alga ini pun banyak dicari oleh masyarakat karena fungsinya sebagai serat, maupun kandungan kalsium untuk mencegah perapuhan tulang. Dengan berkurangnya kunjungan masyarakat di kanal wisata, dapat terlihat bahwa kehidupan lain mulai tumbuh subur di tempat ini.

“Namanya Anggur Laut dan kalsiumnya tinggi sekali. Karena ini makanan yang dicari-cari untuk perapuhan tulang. Paling cocok untuk orang tua cuma harus sering-sering, sama kayak penyu kalau mau hidup seratus tahun lagi lebih banyak mengonsumsi rumput laut,” jelasnya.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s