Kita Seharusnya Dapat Menolak Larangan Penggunaan Plastik!!

penggunaan kantong plastik

Kalo kita belanja ke supermarket, pasti kita minta plastik buat bawa belanjaan kita pulang ke rumah. Apalagi kalo barangnya banyak, udah pasti pake kantong plastik itu praktis dan gak bikin ribet.

Tapi malahan sekarang cuma mau pake plastik aja udah susah. Kayak contohnya di Jakarta, mau pake plastik harus bayar 200 rupiah.

Kalo di tempat lain kayak Bali, kantong plastik bener-bener udah gak boleh dipake lagi. Jadinya, kita harus bawa tas belanja sendiri dari rumah. Kan ribet ya bawa tas belanja dari rumah ke supermarket!

Lalu sebenarnya kenapa sih pemerintah udah kayak gatel banget  sama plastik??

Karena menurut pemerintah plastik dapat mencemari lingkungan seperti ekosistem laut. Selain itu pemerintah juga beranggapan bahwa plastik dapat meracuni lingkungan.

Tapi sebenarnya ini adalah pemikiran yang sempit karena sebenarnya plastik dibuat untuk menjaga lingkungan, bukan mengakibatkan kerusakan lingkungan!

Menurut Raoul Thulin, anak dari penemu kantong plastik yaitu Sten Gustaf Thulin, kantong plastik diciptakan oleh ayahnya yaitu Sten untuk menjaga lingkungan.

Raoul mengatakan bahwa pada zaman dulu, orang-orang menggunakan kantong belanja yang terbuat dari kertas. Tentunya kantong belanja dari kertas ini perlu menebang banyak pohon dan hanya bisa dipakai sekali saja.

Tentunya kantong belanja yang terbuat dari kertas tidak efisien dan justru merusak lingkungan karena memerlukan banyak pohon untuk ditebang.

Oleh karena itu, Sten membuat sebuah inovasi yaitu kantong plastik yang dapat dipakai dengan praktis dan dapat dipakai berulang kali sehingga tidak merusak lingkungan.

Selain itu, kantong plastik juga jauh lebih kuat daripada kantong belanja kertas yang mudah robek ataupun jebol.

Tentunya dari sini kita mengetahui bahwa sebenarnya plastik dibuat untuk menjaga lingkungan, bukan untuk merusak lingkungan.

Dari sini kita justru mengetahui bahwa sebenarnya pemerintah tidak memiliki fasilitas yang memadai atau bahkan mungkin tidak terpikirkan untuk mendaur ulang sampah plastik tersebut.

Padahal bisnis ekspor produk daur ulang plastik pada tahun 2019 saja ditaksir mencapai angka 6,2 triliun rupiah. Bukankah daur ulang plastik sangat berpotensi untuk ekonomi kita ini??

Bahkan bisnis daur ulang plastik bisa membuat berbagai produk seperti kusen, pintu, hingga palang otomatis dari sampah plastik. Jadi kalau begini kenapa kita dilarang menggunakan plastik??

Jadi, solusi yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan mendaur ulang sampah plastik bukan melarang penggunaan plastik.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s