Wall Street Sudah Mulai Mencoba Untuk Mengatasi Perubahan Iklim

A car drives past the nuclear plant on Three Mile Island, with the operational plant run by Exelon Generation on the right, in Middletown, Pennsylvania on March 26, 2019. (Photo by ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP) (Photo credit should read ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP via Getty Images)

Seperti yang kita tahu, perubahan iklim dapat berdampak buruk bagi dunia karena dapat merusak bumi. Tentunya semua orang harus ikut terlibat dalam memberantasnya termasuk juga para ahli keuangan.

Namun, sayangnya para ahli keuangan masih terus berorientasi pada pengembangan energi fosil yang merusak bumi sehingga tentunya menghambat pengembangan energi terbarukan.

Namun, akhir-akhir ini Wall Street sudah mulai mencoba untuk mengurangi efek perubahan iklim. Hal ini sendiri disebabkan oleh adanya desakan dari berbagai eksekutif perusahaan keuangan seperti Jamie Dimon dari JP Morgan yang mulai menyadari tentang bahayanya perubahan iklim.

Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Jamie mengusulkan adanya kebijakan pajak karbon bagi para pengusaha sehingga dapat mengurangi emisi karbon dan melindungi rakyat Amerika Serikat dari kerugian yang lebih besar.

Sebenarnya ini bukanlah usulan yang baru karena sebelumnya usulan ini pernah dinyatakan oleh dua orang mantan politisi Amerika dari Partai Republik yaitu James Baker dan George Shultz pada tahun 2017.

Pihak Wall Street sendiri sudah mulai menjalankan rencana untuk mengatasi perubahan iklim di bulan ini dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Goldman Sachs, MetLife, JPMorgan, dan lain-lain.

Bahkan perusahaan minyak asal Inggris yaitu British Petroleum (BP) juga ikut mendukung rencana ini.

Walaupun begitu, rencana ini juga mengalami hambatan yang disebabkan oleh faktor politik karena pemerintahan Trump yang hampir tidak mendukung energi terbarukan sama sekali.

Hal itu dibuktikan dengan keputusan Trump untuk menarik Amerika dari Perjanjian Iklim Paris dan mengancam Uni Eropa jika mereka menerapkan kebijakan pajak karbon.

Dewan Perwakilan Amerika pun juga berusaha untuk mempertahankan kebijakan Trump dengan menggunakan biaya karbon sebesar $40 yang diklaim dapat bermanfaat bagi Amerika.

Ditambah lagi adanya kemungkinan Trump dapat menjadi presiden untuk kedua kalinya juga dapat menghambat rencana pengurangan perubahan iklim ini.

Lalu apakah nanti pihak pemerintah Amerika dan berbagai perusahaan akan bekerjasama untu rencana ini? Kita lihat saja nanti!

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s