Wabah Virus Corona Mengurangi Penggunaan Listrik China

Image result for corona virus and energy

Wabah virus Corona yang sudah berlangsung sejak Januari 2020 lalu mulai berdampak pada persediaan energi listrik di China.

Menurut IHS Markit, permintaan energi listrik China tahun 2020 akan menurun hingga 73 milyar kWh karena pemabatasan aktivitas di pembangkit listrik.

Sebenarnya, angka ini terbilang kecil bagi China karena hanya sebesar 1,5% dari energi listrik China. Namun angka ini tetaplah serius karena China menjadi negara pemakai energi listrik terbesar dunia dan jumlah ini juga setara dengan jumlah energi listrik di Chili.

Menurut data, jumlah ini juga setara dengan 30 juta ton batubara dan juga 9 ton gas LNG. Tentunya ini bukanlah angka yang kecil jika dibandingkan dengan penggunaan energi listrik di belahan dunia lainnya.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan hanya akan sebesar 4,2% di tahun ini. Jumlah ini pun lebih kecil dari target yaitu sebesar 5,8% dan konsumsi energi listrik hanya akan meningkat sebesar 3,1% dari yang biasanya yaitu sebesar 4,1%.

Di Provinsi Hubei tempat sumber virus Corona berada, daya listrik yang dihasilkan pun 21% lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya.

Sejauh ini, Pemerintah China menyatakan ada sekitar 60.000 orang yang terinfeksi dan 1400 orang meninggal karena wabah ini. Keadaan yang tak dapat diperkirakan lamanya ini pun bisa saja menghancurkan ekonomi China terutama di bidang bisnis energi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s