Perubahan Iklim Dapat Menyebabkan Gangguan Mental

Holding hands

Kita semua tahu bahwa perubahan iklim dapat mengancam kehidupan banyak orang di bumi karena banyak ekosistem dan lingkungan yang rusak oleh perubahan iklim di dunia.

Namun ternyata perubahan iklim juga dapat menyebabkan gangguan mental. Apa maksudnya? Inilah penjelasannya!

Fakta ini diungkapkan oleh seorang ahli kesehatan mental yaitu Joshua Morganstein. Dalam tulisannya di sebuah penilaian ilmiah, dia mengatakan bahwa manusia akan memunculkan berbagai reaksi setelah adanya bencana.

Berbagai reaksi tersebut bisa seperti mudah marah, perilaku berisiko seperti penyalahgunaan, mudah menuduh, dan kehilangan minat dalam melakukan kegiatan normal.

Reaksi tersebut bisa sembuh seiring berjalannya waktu. Namun reaksi ini bisa berbahaya jika tidak disembuhkan karena dapat menimbulkan depresi hingga bunuh diri.

Hal itu benar adanya karena menurut laporan dari Amerika, sekitar 54% orang dewasa dan 45% anak-anak mengalami depresi setelah bencana alam.

Reaksi setelah bencana alam pada manusia juga bergantung pada faktor tertentu seperti kondisi ekonomi.

Selain itu, cuaca ekstrim dan polusi udara juga dapat menyebabkan berbagai masalah kejiwaan seperti gangguan kepribadian dan skizofrenia.

Itulah penjelasan singkat tentang keadaaan mental manusia setelah bencana. Lalu bagaimana hubungan antara keadaan mental dengan perubahan iklim?

Dalam sebuah laporan dari program iklim Yale, 66% dari orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka agak khawatir ketika mendengar berita tentang perubahan iklim.

Bahkan dalam sebuah tinjauan pada tahun 2018 mengatakan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami gangguan mental karena perubahan iklim. Gangguan-gangguan tersebut bisa berupa gangguan tidur, penyalahgunaan zat, kecemasan, depresi, fobia, dan lain-lain.

Selain anak-anak, mereka yang selalu memikirkan tentang perubahan iklim juga dapat emngalami gangguan yang sama. Terlebih lagi mereka yang tidak dapat mengelola stressnya dengan baik.

Solusi 

1. Akui dan bicarakan dengan orang 

Ini adalah salah satu cara paling ampuh karena dengan begitu orang terdekat kita mengtahuinya dan mungkin dapat membantu untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Mempererat hubungan dalam komunitas 

Dalam sebuah penelitian pada badai di tahun 2004 dan 2005 di Florida, komunitas yang erat dan kuat memiliki tekanan mental terendah dibanding yang tidak.

Cara untuk memperkuat komunitas adalah dengan bergabung dengan organisasi, mempererat hubungan dengan tetangga, memiliki hubungan dengan pejabat setempat, dan lain-lain. Hal itu berguna agar nantinya kita dapat saling membantu ketika bencana terjadi.

Selain dengan orang-orang di sekitar kita, kita juga dapat membangun komunitas di internet melalui media sosial sehingga nantinya jaringan kita akan semakin luas.

3. Lakukan Sesuatu 

Jika anda sudah melakukan kedua hal di atas, anda harus melakukan sesuatu seperti mempersiapkan diri untuk hal buruk dan juga mencoba untuk mengurangi efek perubahan iklim dengan langkah kecil.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s