Kendaraan Listrik Dapat Mengubah Sistem Penyimpanan Energi

Battery pack

Kendaraan listrik semakin lama semakin berkembang dari waktu ke waktu. Hal itu dapat dilihat dari berbagai kebijakan dan mobil listrik sudah mulai dirilis untuk masyarakat.

Berbagai produsen mobil selain Tesla sudah mulai membuat mobil listrik. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Toyota, Volkswagen, BMW, Porsche, dan lain-lain.

Tentunya perkembangan mobil listrik ini merupakan perkembangan yang pesat di bidang otomotif dan juga energi bersih dunia. Namun ternyata mobil listrik juga dapat membawa kemajuan yang pesat bagi sistem penyimpanan energi dunia.

Fakta ini sendiri dikatakan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA). Menurut IRENA, baterai mobil listrik memiliki potensi penyimpanan energi pada tahun 2050 dan dapat mendukung pemakaian energi matahari dan angin.

Pihak IRENA mengatakan bahwa di tahun 2050 nanti, baterai mobil listrik memiliki daya sebesar 14 TWh. Tentunya jumlah ini sangat jauh lebih besar daripada baterai biasa yang dibeli di toko dengan daya hanya 9 TWh.

Hal yang diperlukan dalam memaksimalkan potensi baterai mobil listrik dalam penyimpanan energi adalah “Smart Charging”.

“Smart Charging” sendiri merupakan cara mengisi daya mobil listrik dengan kontrol dapat menurunkan permintaan listrik karena dapat menyimpan daya energi listrik.

Teknik ini sendiri juga dapat mengurangi biaya 10% dari total biaya pembuatan grid sehingga dapat menghemat lebih banyak uang. Selain itu “Smart Charging” juga mampu menyediakan pasokan listrik untuk rumah.

Walaupu begitu, perkembangan “Smart Charging” juga tetap mengalami berbagai kendala.

Tantangan tersebut diantaranya adalah adanya kemungkinan penurunan baterai. Selain itu kurangnya pengetahuan konsumen tentang kendaraan listrik juga dapat menghambat perkembangan “Smart Charging”.

Pandangan konsumen tentang pengisian daya tercepat juga menjadi penghambat. Pasalnya “Smart Charging” tidak dapat mengisi daya secara cepat karena harus metode ini haurs memberikan fleksibilitas bagi jaringan listrik.

Tentunya pandangan konsumen seperti ini harus dihilangkan jika “Smart Charging” ingin dikembangkan.

Selain itu, kebijakan politik juga menjadi faktor pendukung pengembangan “Smart Charging”. Tentunya kebijakan politik saat ini sangat mendukung pengembangan “Smart Charging” karena saat ini Eropa sedang mencoba untuk menurunkan efek perubahan iklim.

Jika “Smart Charging” terus dikembangkan, pengembangan jaringan penyimpanan listrik dapat meningkat secara drastis pada tahun 2030.

Walaupun begitu, pandangan konsumen tentang pengisian daya yang cepat tetap menjadi penghambat utama yang harus dihilangkan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s