Negara Kepulauan Pasifik Terancam Tenggelam Karena Pemanasan Bumi

Young villagers play in the Pacific Ocean in the village of Waisisi on December 3, 2019 in Tanna, Vanuatu.

Seperti yang semua orang tahu, pemanasan bumi dapat menyebabkan kenaikan suhu bumi dan mencairnya es di kutub utara. Hal ini pun sudah kita dengar dari beberapa tahun yang lalu dan banyak orang tidak menanggapinya dengan serius.

Namun, ternyata pemanasan bumi bisa menghancurkan negara di Kepulauan Pasifik lho. Negara-negara tersebut adalah Fiji, Vanuatu, Tuvalu, Kiribati, dan Kepulauan Marshall.

Saat ini mereka menghadapi tekanan yang disebabkan oleh kerusakan bumi seperti banjir air laut, erosi, kenaikan suhu air laut, dan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Apalagi negara Tuvalu dan Vanuatu adalah negara-negara terkecil di dunia. Saking kecilnya, landasan pacu bandara pun seringkali dipakai oleh warga untuk bermain karena hampir tidak ada lahan luas untuk bermain disana.

Selain itu, negara-negara tersebut juga memiliki ekonomi yang lemah karena kurangnya potensi sumber daya alam. Pada tahun 2015 saja, Vanuatu mengalami penurunan GDP hingga 64%.

Di Tuvalu, pulau yang paling tinggi hanya setinggi 3 meter dari permukaan air laut. Belum lagi adanya abrasi yang memperkecil luas wilayah negara kepulauan ini. Akibatnya pemerintah negara tersebut memasang karung-karung pasir untuk mengurangi efek kenaikan air laut.

Selain itu, kenaikan air laut sering mengakibatkan banjir sehingga pertanian dan persediaan air pun terganggu karena terkontaminasi oleh air laut yang merupakan air garam.

Akibatnya, penduduk negara kepulauan tersebut mulai ke laut untuk memancing ikan untuk dimakan. Walaupun begitu, memancing ikan untuk makan bukanlah pilihan yang tepat karena ikan-ikan disana sudah mulai beracun karena terumbu karang yang rusak dan kenaikan suhu air laut.

Negara kepulauan tersebut terpaksa harus mengimpor bahan makanan pokok yang seharusnya bisa diproduksi di negaranya sendiri.

Masalah sampah juga menjadi masalah yang susah diselesaikan di negara ini karena keterbatasan lahan sehingga pemerintah setempat melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Para warga pun sudah mulai putus asa. Bahkan warga disana yang mayoritas beragama Kristiani dengan aliran Anglikan, Katolik, dan Presbiterian pun berulang kali mengatakan “Apapun yang terjadi, Tuhan akan menyelamatkan kita.”

Pemerintah Vanuatu pun berencana akan menuntut perusahaan minyak dunia yang dituding menyebabkan pemanasan bumi.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pun mengatakan bahwa ini adalah masalah yang serius. Pernyataan ini dilontarkan ketika dirinya berkunjung ke Kepulauan Pasifik.

Dari 11.000 penduduk Tuvalu, sudah ada 2000 orang yang pindah ke Selandia Baru. Tentunya nanti akan lebih banyak pengungsi iklim seperti ini nantinya di masa depan.

Sebelumnya PBB juga mengatakan bahwa nantinya akan banyak pengungsi iklim yang mengungsi ke berbagai negara di dunia. Oleh karena itu, PBB melarang adanya penolakan terhadap pengungsi iklim.

PBB juga mengutip pasal 6 dan 7 Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik yang mencakup tentang hak individu untuk hidup.

Kiribati bahkan sudah meminta Selandia Baru untuk menampung warganya jika nantinya negara tersebut tenggelam.

Berikut ini adalah potret-potret buktinya!

Lalu bagaimana di Indonesia? Di Indonesia sendiri, Jakarta diramalkan akan tenggelam karena alasan yang sama pula. Saat ini, pemerintah DKI Jakarta juga berupaya mengatasinya dengan membangun tanggul laut.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s