Mengapa Energi Terbarukan Harus Tetap Disubsidi?

Sunrise in Lower Saxony

Polusi udara dan kerusakan bumi sudah semakin parah karena penggunaan bahan bakar fosil. Itulah penyebab mengapa berbagai negara di dunia sudah mulai berbondong-bondong mengembangkan energi terbarukan.

Bahkan beberapa negara maju seperti China, Eropa, Amerika, dan lain-lain menggelontorkan dana hingga milyaran dollar untuk mengembangkan energi terbarukan dengan cara subsidi.

Namun akhir-akhir ini beberapa negara ini mulai menarik subsidi energi terbarukan, terutama Amerika Serikat yang dipimpin oleh Trump yang menyangkal adanya perubahan iklim.

Hal itu terjadi karena harga energi terbarukan jauh lebih murah daripada energi fosil sehingga pemerintah negara-negara tersebut merasa bahwa subsidi energi terbarukan sudah tidak diperlukan lagi.

Lalu, apakah subsidi energi terbarukan harus tetap dilakukan walaupun harganya jauh lebih murah daripada energi fosil? Jawabannya adalah ya!

Seperti yang kita tahu, energi fosil lebih mudah diproduksi sesuai permintaan dan bisa dikurangi produksinya jika permintaan menurun. Namun jumlah produksi energi terbarukan hanya bisa bergantung pada keadaan alam sehingga agak sulit untuk menyesuaikan jumlah produksi dan permintaan.

Sebagai contoh, energi angin dan matahari bergantung pada kencangnya angin dan sinar matahari. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan kelebihan ataupun kekurangan produksi. Akibatnya, para produsen energi terbarukan bisa mengalami kerugian karena kelebihan energi tidak dapat disimpan.

Selain itu, keadaan ini juga dapat mengurangi pengembalian investasi energi terbarukan sehingga dapat merugikan para produsen energi terbarukan secara finansial dan menghambat pengembangan energi terbarukan.

Sistem Penyimpanan Energi Harus Dikembangkan Jika Subsidi Dihilangkan

Seperti yang tadi sudah dijelaskan bahwa salah satu penyebab mengapa subsidi energi terbarukan harus diterapkan adalah ketidakmampuan untuk menyimpan energi terbarukan.

Oleh karena itu, sistem penyimpanan energi terbarukan harus dikembangkan jika pemerintah ingin mengurangi subsidi.

Namun, apakah berarti subsidi bisa dihapus begitu saja? Tidak!

Masih ada hambatan dalam mengembangkan penyimpanan energi terbarukan yaitu adanya biaya dan kendala dalam menyeimbangkan permintaan dan jumlah produksi.

Sedangkan salah satu tujuan penyimpanan energi terbarukan adalah agar adanya prediksi yang mendorong pendanaan proyek energi terbarukan jangka penjang hingga 10-15 tahun.

Namun, untungnya proyek energi terbarukan jangka pendek 2-3 tahun tanpa subsidi masih bisa mendapatkan dana karena kurangnya prediksi harga.

Subsidi Dapat Mendorong Proyek Energi Terbarukan 

Sekarang proyek -proyek energi terbarukan di Amerika Serikat, China, Eropa dan berbagai negara lainnya masih dikembangkan sehingga jika subsidi dihilangkan maka akan menyebabkan kemunduran pada pengembangan energi terbarukan.

Sebagai contoh, pertumbuhan energi terbarukan di China menurun menjadi 12,1 persen setelah sebelumnya mencapai 15,5 persen pada antara tahun 2012 dan 2017.

Subsidi Masih Diperlukan Karena Pertumbuhan Energi Terbarukan Masih Lambat 

Sebuah laporan dari Amerika Serikat mengatakan bahwa hanya 28% pembangkit listrik di dunia yang berasal dari energi terbarukan dan hanya akan mencapai 49% pada tahun 2050.

Tentunya ini dapat menghambat ambisi dunia untuk mengurangi emisi hingga bersih pada tahun 2050.

Oleh karena itu, dana subsidi energi terbarukan tetap harus diterapkan dan ditingkatkan karena pengembangan energi terbarukan masih memasuki fase baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s