Sekarang Dilarang, Ini Alasan Kenapa Kantong Plastik Dulu Diciptakan

kantong plastik kumparan.jpg

Mulai Juli 2020, warga Jakarta dilarang menggunakan kantong plastik untuk membawa maupun mengemas belanjaan. Peraturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur yang ditandatangani Anis pada 27 Desember 2019.

Jakarta bukanlah yang pertama memberlakukan peraturan ini. Sejumlah daerah sudah lebih dulu melarang penggunaan plastik demi keselamatan bumi, contohnya Bali.
Penggunaan kantong plastik kini sudah mulai dilarang. Alasannya karena sampah ini sulit diurai dan merusak lingkungan.
Meski dibilang merusak bumi, tahu gak kalau ternyata dulu plastik diciptakan justru buat menyelamatkan bumi?
Kantong plastik diciptakan oleh Sten Gustaf Thulin di tahun 1959. Kala itu, masyarakat menggunakan kantong kertas untuk membawa dan membungkus belanjaan.
Penggunaan kantong kertas yang masif di jamannya membuat pepohonan ditebang dan hutan mulai menggundul. Maka dari itu Thulin bereksperimen membuat kantong yang lebih kuat dari kertas, diproduksi menggunakan energi yang lebih sedikit dari pada proses pembuatan kantong kertas, dan bisa dipakai berulang kali.

Kantong plastik buatan Thulin kemudian dipatenkan oleh sebuah perusahaan bernama Celloplast. Sejak tahun 1960, kantong plastik mulai dipasarkan untuk mengganti kantong kertas dan kain. Secara perlahan, kantong plastik mulai mendunia hingga sekarang.

Sayangnya, plastik yang mulanya diciptakan agar bisa dipakai berulang kali kini justru beralih menjadi produk sekali pakai. Kebiasaan orang-orang membuang kantong plastik setelah sekali digunakan membuat Raoul Thulin, putra Sten bingung.
“Bagi ayah saya, gagasan bahwa orang-orang akan membuang ini (plastik) menjadi aneh,” ujar Raoul yang dikutip dari The Independent UK.
Raoul menambahkan, “Ayah saya selalu membawa kantong plastik di sakunya. Ia membawa kembali kantong plastik miliknya setiap ingin belanja di tahun 70 dan 80 tahun. Ini yang ia ingin orang-orang lakukan kala menciptakannya. Lalu mengapa Anda tak melakukannya?”
                                                                                                                                                                      sumber: kumparan.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s