Film Animasi Riki Rhino Bawa Pesan Pelestarian Satwa Langka

Film Animasi Riki Rhino Bawa Pesan Pelestarian Satwa Langka

Jakarta, Beritasatu.com – Populasi badak Sumatera semakin terancam. Menurut data yang dihimpun Institut Pertanian Bogor (IPB) dan pegiat lingkungan, populasi satwa bernama latin Dicerorhinus Sumatrensis hanya tersisa 70 ekor saja.

Untuk membawa pesan pelestarian badak sumatra, rumah produksi Batavia Pictures memproduksi film animasi berjudul, Riki Rhino.

Produser Film Riki Rhino, Lucki Lukman Hakim menuturkan, Batavia Pictures kali ini mengembangkan karakter baru seekor badak Sumatera bernama Riki, yang dikemas dalam petualangan jenaka bersama rekan-rekan satwa langka lainnya dalam melawan para pemburu hewan dan pelaku penebangan liar.

“Isu konservasi itu terbilang berat. Untuk itu, Batavia Pictures memilih genre drama komedi keluarga agar pesan tersebut bisa diterima dengan baik oleh anak-anak dan keluarga Indonesia. Dengan begitu, akan muncul kesadaran untuk melestarikan hewan-hewan langka dan juga alam,” jelas Lucki saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (30/12/2019).

Lucki menambahkan, kesadaran konservasi harus melibatkan seluruh keluarga dan dimulai dari anak-anak. “Film ini kami kemas sebagai sebuah komedi, karena itu kami melibatkan sederet komika seperti Ge Pamungkas, Cemen dan Mo Sidik. Harapannya semua orang bisa mendapatkan pesan yang ingin kami sampaikan tanpa harus digurui,” terangnya.

Film Riki Rhino merupakan produksi anak bangsa, dimana seluruh komponen dan prosesnya dikerjakan seratus persen di Indonesia. Dengan film ini, Batavia Pictures mencoba untuk menghadirkan animasi lokal dengan kualitas cerita dan gambar yang mampu bersaing dengan kualitas film-film animasi Hollywood.

Pencetus ide cerita film Riki Rhino, Jony Yuwono menuturkan, film ini menceritakan seekor badak Sumatera bernama Riki yang kehilangan culanya setelah diambil oleh pemburu Mr Jak. Untuk mendapatkan kembali cula yang telah dicuri, Riki memulai petualangan seru bersama Beni.

Riki kemudian mendapatkan cula dengan 6 diselamatkannya. Kekuatan ini membuat Riki mampu melakukan keahlian hewan lain dalam waktu tertentu.

“Semoga cerita ini bisa diterima masyarakat, sehingga Riki dan karakter satwa lainnya bisa menjadi ikon hewan langka yang akan terus diingat oleh anak-anak saat ini,” ungkap Jony Yuwono.

Genesis Timotius yang juga merupakan Produser Film Riki Rhino menambahkan, animasi ini tidak dibuat secara asal. Untuk menghidupkan ikon badak sumatra, pihaknya harus menghabiskan waktu kurang lebih empat tahun untuk menyelesaikan proses produksi.

“Kami telah melakukan berbagai riset mengenai badak sumatra di Sumateran Rhino Sanctuary, Way Kambas Lampung untuk meneliti dan merekam tingkah laku badak sumatera. Kami ingin badak yang digambarkan dalam film Riki Rhino benar-benar mirip secara tampilan dan gerak- geriknya. Selain Badak Sumatera, akan ada satwa-satwa langka lainnya seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orang Utan, dan lain-lain yang akan ditampilkan dalam habitat taman nasional masing-masing,” terangnya.

Untuk memastikan film ini bisa menghibur para penonton, tidak tanggung-tanggung, sederet nama besar digandeng untuk menjadi pengisi suara Riki Rhino. Public figure kenamaan yang turut menjadi bagian dari film yang tayang pada 27 Februari 2020 antara lain, Hamish Daud sebagai Riki, Ge Pemungkas sebagai Beni, Zack Lee sebagai Mr Jak, serta Aurel Hermansyah sebagai Bebeb.

Aktor Hamish Daud yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri Yayasan Indonesian Ocean Pride, mengungkapkan, dirinya langsung tertarik ketika diajak menjadi bagian dari film besutan Erwin Budiono ini.

“Film Riki Rhino sangat menarik dan sesuai dengan interest saya di isu lingkungan. Ketika ditawarkan, saya langsung terima ajakan untuk menjadi pengisi suara Riki,” terang Hamish.

Hamish menambahkan, menularkan kecintaan terhadap lingkungan yang tepat bukan lewat menggurui orang-orang, tetapi dengan mengubah gaya hidup masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Film ini sesuai dengan semangat itu, sambil menonton kita mendapat pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai seorang ayah, saya juga berharap film ini bisa menjadi salah satu cara bagi para orang tua untuk mengenalkan keanekaragaman hayati kepada anak mereka,” pungkas Hamish.

sumber: beritasatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s