Prof. Agus Surono: Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Jangan Condong Pada Pemidanaan

Image result for agus surono

Kepastian hukum belum kunjung tegak dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Akibatnya kerap terjadi konflik hukum terutama dengan kalangan pengusaha. Sayangnya pemerintah terlalu mengandalkan sanksi pidana sebagai upaya utama. Padahal, pemidanaan harus dikembalikan sebagai ultimum remidium (upaya terakhir) terutama untuk kasus kebakaran hutan.

“Hukum sebagai alat rekayasa sosial sangat penting dalam hukum lingkungan,” kata Agus Surono dalam orasi ilmiah, Sabtu (7/12) lalu. Ia resmi dikukuhkan bergelar Profesor di Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia.

Agus menyoroti pendekatan pemidanaan yang terlihat diutamakan untuk menegakkan hukum lingkungan hidup. Padahal akar masalahnya terletak pada disharmoni pelaksanaan regulasi. Ia mencontohkan norma dalam UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan) ternyata mengalami bias dalam Keputusan Menteri Kehutanan yang masih berlaku. Padahal sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi yang meluruskan kondisi tersebut.

Ditambah lagi norma dalam UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU Lingkungan Hidup) makin membingungkan arah politik hukum yang dipilih. Bahkan Peraturan dari Menteri Lingkungan Hidup pun tak mampu memberikan pencerahan.

 

Hasilnya adalah sanksi pidana menjadi primum remidium (upaya utama) mengenai penegakan hukum lingkungan hidup. Terutama pada sektor kehutanan. Agus mengusulkan agar harmonisasi dan sinkronisasi seluruh regulasi pengelolaan sumber daya alam, terutama kehutanan, segera dilakukan.

 

Secara khusus ia menyebutkan peran Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup untuk mengurai keruwetan yang ada. Kedua Menteri ini harus bekerja sama sebagai operator Pemerintah Pusat. Termasuk dalam mengarahkan Pemerintah Daerah untuk eksekusi teknis.

 

Agus menekankan bahwa data-data begitu jelas menunjukkan kebakaran hutan terus terjadi. Padahal pendekatan sanksi pidana telah bertebaran dalam regulasi yang tersedia. Itu artinya memang pemidanaan bukan solusi yang tepat.

“Tindak pidana selain dalam pasal 100 UU Lingkungan Hidup memberlakukan pemidanaan sebagai primum remidium,” kata Agus menegaskan.

Ia mencontohkan pelaksanaan norma UU No.39 Tahun 2014 tentang Perkebunan (UU Perkebunan) oleh Peraturan Menteri Pertanian. Menurutnya jauh lebih efektif tanpa mengandalkan sanksi pidana. “Peraturan Menteri Pertanian tersebut (Permentan 05/Permentan/KB.410/1/2018 tentang Pembukaan dan Pengelolaan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar, red) mengatur beberapa hal yang dapat menjadi solusi mengatasi kebakaran hutan,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan soal PermenLHK No.P.32/MenLHK/Setjen/KUM.1/3/2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Alih-alih menerapkan sanksi pidana yang telanjur ada dalam undang-undang, muatan peraturan kedua menteri tersebut dinilai Agus sebagai solusi lebih konkrit.

Agus mengutip pasal 33 ayat 3 UUD 1945 sebagai acuan dalam mengelola sumber daya alam Indonesia. Intinya, persoalannya bukan pada menghukum para pelakunya dengan sanksi pidana. Namun bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat seluas mungkin lewat pengelolaan sumber daya alam.

Topo Santoso, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia hadir secara khusus untuk mengulas orasi ilmiah pengukuhan Agus. “Kajian ini sangat penting, kita memang terlalu berlebihan dengan ketentuan pidana, bahkan untuk yang tidak seharusnya ada ketentuan pidana,” kata Topo kepada hadirin.

Secara khusus Topo menyambut Agus Surono sebagai salah satu profesor hukum baru di Indonesia. “Ini pencapaian yang bukan puncak, tapi awal dari karya-karya selanjutnya, sekali lagi saya ucapkan selamat untuk Prof.Agus, keluarganya, dan keluarga besar Universitas Al Azhar Indonesia,” Topo menutup ulasannya.

sumber: hukumonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s