Bertemu Sekjen PBB di Sela COP25, Indonesia Tegaskan Siap Transisi Energi

Foto: Wamen LHK dan Sekjen PBB (dok. Sekretariat Delegasi Indonesia)

Madrid – Delegasi RI bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di sela-sela konferensi perubahan iklim (UNFCCC-COP25). Dalam pertemuan itu, Guterres meminta Indonesia segera melakukan transisi energi, dari konvensional ke terbarukan (renewable). Indonesia pun mengaku siap untuk melakukan transisi.

“Oh siap, sedang menuju ke situ kita,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Alue Dohong.

Hal itu disampaikan Alue, seusai menemui Guterres di plenary room di ajang Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC-COP25), di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol, Kamis (12/12/2019).

“Guterres memberikan semacam semangat untuk Indonesia, bahwa transisi energi dari energi konvensional ke energi yang terbarukan atau renewable energy itu sesuatu yang berpotensial di Indonesia dan teknologi yang murah sebetulnya, sebagaimana di negara yang sudah mengalami transisi dari sumber energi yang konvensional ke sumber daya energi yang terbarukan,” jelas

“Beliau menganggap Indonesia sebagai negara yang penting di dalam tataran politik perubahan iklim maupun penanganan iklim global,” sambungnya.

Dia mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terkait energi terbarukan seperti panas bumi. Namun, Indonesia masih butuh investasi untuk bisa memanfaatkan potensi tersebut.

“Saya juga menyampaikan Indonesia punya potensi yang sangat besar terkait dengan energi terbarukan, seperti energi geothermal kemudian juga air, gas, biomass dan sebagainya. Namun demikian kita membutuhkan investasi untuk mengeksploitasi itu,” ucapnya.

Transisi energi di Indonesia, kata Alue, dilakukan secara bertahap dan sudah direncanakan dengan baik. Sehingga Indonesia tidak secara serta merta mengubah energi konvensional ke terbarukan.

“Nah transisi energi di Indonesia dilakukan secara gradual, terencana dengan baik. Jadi tidak bisa serta merta kita meng-konversi energi konvensional ke terbarukan dalam waktu cepat sehingga dibutuhkan teknologi, ekspertis, dibutuhkan juga hal hak lain yang menjadi prakondisi untuk mencapai hal tersebut,” tuturnya.

Sebelum transisi energi tercapai, Indonesia sudah melakukan pelbagai upaya untuk menurunkan tingkat emisi. Indonesia menargetkan pengurangan emisi 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 peraen dengan hubungan internasional.

“Di mana 11 persennya berasal dari sektor energi,” ucapnya.

“Indonesia juga memiliki Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), di mana di dalamnya itu ada proses transisi energi konvensional menjadi energi terbarukan. “Salah satunya ada kebijakan bauran energi B20, B30 bahkan sampai B60 dan B100,” lanjutnya.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s