Dua Pabrik Diduga Cemari Sungai Avur Budug di Jombang akan Dipidana

Pencemaran Sungai Avur Budug (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Jombang – Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jawa, Bali NTB/NTT akan menyeret 2 pabrik yang diduga kuat mencemari Sungai Avur Budug Kesambi di Kabupaten Jombang ke hukum pidana.

Seperti yang diatur Pasal 100 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pemilik kedua pabrik itu terancam hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa, Bali NTB/NTT Muhammad Nur mengatakan, perusahaan pertama yang diduga mencemari Avur Budug Kesambi yaitu pabrik plastik UD MPS di Desa/Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Perusahaan ini diduga membuang limbahnya langsung ke sungai. Sehingga Avur Budug Kesambi tercemar limbah mikroplastik.

Menurut dia, saat ini penyidik Balai Gakkum mengumpulkan bahan keterangan untuk membuktikan pencemaran oleh UD MPS terhadap Sungai Avur Budug Kesambi. Jika terbukti bersalah, pemilik pabrik plastik ini akan langsung diseret ke proses pidana.

“Akan didalami karena perusahaan ini (UD MPS) sudah pernah disanksi administrasi. Karena dia melakukan pelanggaran lagi berkaitan dengan hasil verifikasi kemarin,” kata Nur saat dihubungi detikcom, Kamis (12/12/2019).

Pemkab Jombang pernah menjatuhkan sanksi administrasi terhadap UD MPS pada Januari 2019. Karena pabrik plastik ini membuang limbahnya ke sungai tanpa lebih dulu diolah di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sekitar April-Mei, perusahaan ini membangun IPAL dan mendapatkan izin pembuangan limbah cair dari Pemkab Jombang.

Karena sudah pernah menerima sanksi administrasi, kata Nur, UD MPS bakal langsung diseret ke proses pidana. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 100 ayat (2) UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sementara sanksi pidananya diatur dalam Pasal 100 ayat (1), yaitu berupa hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

“Kalau terbukti mencemari, akan langsung dibawa ke proses pidana,” tegasnya.

Sementara perusahaan kedua yang diduga mencemari Avur Budug Kesambi yaitu PT MAG di Desa Patuk, Kecamatan Kesamben, Jombang. Pabrik kertas ini diduga membuang limbah cairnya langsung ke sungai tanpa lebih dulu diolah di IPAL.

Limbah cair itu disinyalir dibuang melalui 2 pipa tersembunyi yang masing-masing berdiameter 4 dim. Salah satu pipa ditanam sejak sekitar 5 tahun lalu. Sedangkan pipa satunya ditanam sekitar 2 tahun lalu. Akibatnya, Sungai Avur Budug Kesambi tercemar limbah yang mengandung klorin dan belerang.

“Kami merekomendasikan PT MAG untuk diberi sanksi administrasi ke Direktorat Pengaduan Pengawasan Sanksi Administrasi di Dirjen Gakkum,” terangnya.

Sanksi administrasi tersebut, akan dia usulkan berupa paksaan pemerintah agar PT MAG memfungsikan kembali IPALnya. Pabrik kertas tersebut akan diberi batas waktu tertentu untuk mengoperasikan kembali IPALnya.

Jika sanksi itu tidak dijalani PT MAG, maka pihaknya akan menyeret pabrik kertas ini ke hukum pidana. PT MAG bakal dijerat dengan Pasal 100 ayat (1) UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

“Akan diawasi progresnya (pemfungsian kembali IPAL). Kalau tidak ditindaklanjuti sampai batas waktu yang ditentukan, otomatis naik ke proses pidana,” tandas Nur.

Sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang tercemar limbah yang mengandung klorin, belerang dan mikroplastik. Dampaknya pun cukup luas. Mulai dari merusak ekosistem sungai, mematikan tanaman petani, hingga membuat warga sakit kulit.

Air Sungai Avur Budug Kesambi ini terlihat berwarna hitam kecokelatan. Sungai dengan lebar sekitar 4 meter ini juga nampak berbui dan mengeluarkan bau tidak sedap. Tidak hanya itu, di dalam sungai juga ditemukan beberapa ikan yang mati.

 

sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s