Pusat Kota Banda Aceh Mulai Diselimuti Kabut Asap

Foto udara kondisi hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tuah Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 18 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menyebabkan sejumlah daerah di Sumatera terpapar kabut asap. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.COBanda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa provinsi di Sumatera telah menyelimuti beberapa daerah di provinsi Aceh. Salah satu yang tak luput dari kabut asap itu adalah wilayah ibukota Banda Aceh dan sekitarnya.

“Beberapa hari lalu kabut asap mulai menyelimuti Aceh hanya beberapa kabupaten/kota, namun pagi ini kabut yang kita perkirakan merupakan kabut asap telah menyelimuti seluruh propvinsi Aceh termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meterologi Aceh, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin 23 September 2019.

Zakaria menjelaskan, meskipun kenyataannya telah diselimuti kabut asap, data sebaran asap dari BMKG pusat hari ini tidak menunjukkan adanya sebaran asap di Banda Aceh. Menurut dia, hal itu karena kelemahan satelit.

“Satelit tidak dapat memantau asap bila tertutup awan. Seperti kita tahu sekarang Aceh sedang banyaknya tumbuh awan hujan, maka wajar bila kita lihat dari peta sebaran asap tidak terdeteksi adanya paparan asap di Aceh,” kata Zakaria.

Meskipun demikian, kata Zakaria, BMKG Aceh dapat memastikan bahwa kabut yang mulai menyelimuti wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya tersebut merupakan kabut asap kiriman dampak dari kebakaran hutan dan lahan di  Sumatera.

“Kita lihat juga dari matahari yang nampak warna kuning ke merah-merahan. Dan bila dilihat ke langit berwarna putih abu-abu relatif rata. Sedangkan kalau langit ditutupi awan akan terlihat gumpalan-gumpalan,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, kabut asap tersebut masih belum mengganggu aktivitas transportasi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Masih dengan jarak pandang antara 5.000 hingga 9.000 meter. “Untuk aktivitas penerbangan di bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar juga belum terganggu, jarak pandangnya berkisar antara 7.000 hingga 9.000 meter, begitu juga dengan Sabang,” kata Zakaria.

Sehubungan kabut asap ini, BMKG pun mengimbau masyarakat untuk memakai masker atau pelindung mata bila berkegiatan di luar ruangan. Khususnya untuk daerah yang kabut asapnya tebal seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Tenggara.

sumber: tempo.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s