Di Bali, 250 Organisasi Teken Komitmen Internasional Atasi Krisis Polusi Plastik

Ilustrasi sampah plastik di pantai

NUSA DUA, KOMPAS.com – SC Johnson hari ini mengumumkan partisipasinya dalam koalisi dengan perusahaan-perusahaan dan pemerintah berbagai negara untuk mengatasi krisis polusi plastik dunia.

Bersama dengan Dame Ellen MacArthur, Chairman dan CEO SC Johnson Fisk Johson menandatangani komitmen global untuk Perekonomian Plastik Baru (New Plastics Economy Global Commitment) di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018).

Komitmen yang dipimpin Yayasan Ellen MacArthur bersama dengan UN Environment ini bertujuan untuk mengatasi akar masalah polusi plastik dan membantu menjauhkan plastik dari lautan.

“Bersama dengan Yayasan Ellen MacArthur dan organisasi global lainnya, kami membuat komitmen untuk mengambil langkah bersama agar menciptakan perekonomian plastik baru yang akan mencegah plastik menjadi sampah,” ujar Chairman dan CEO SC Johnson Fisk Johnson.

Pemimpin Inisiatif New Plastics Economy Yayasan Ellen MacArthur Sander Defruyt menambahkan, dengan menandatangani komitmen global ini SC Johnson dan lebih dari 250 organisasi lainnya telah mengambil sikap soal permasalahan ini.

“Mereka menyatukan visi mengenai apa yang dibutuhkan untuk menghilangkan polusi plastik dari sumbernya dan berkomitmen untuk menghilangkan plastik yang tidak dibutuhkan serta menjamin seluruh plastik yang masih diperlukan dapat digunakan kembali atau didaur ulang dengan mudah,” tuturnya.

Pada OOC 2018, Fisk Johnson bergabung dengan Pendiri Yayasan Ellen MacArthur, Dame Ellen MacArthur dan Direktur Eksekutif UN Environment, Erik Solheim.

Dokumen yang ditandatangani lebih dari 250 organisasi tersebut, akan mengatasi akar permasalahan polusi plastik, di antaranya:

Mengambil langkah untuk menghilangkan kemasan plastik bermasalah atau yang tidak dibutuhkan pada tahun 2025.

Mengambil langkah menuju model penggunaan ulang, di mana relevan, dari model sekali pakai pada tahun 2025.

Membuat kemasan plastik yang 100 persen dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau dapat dijadikan kompos pada tahun 2025.

Meningkatkan secara signifikan konten hasil daur ulang pada kemasan plastik pada tahun 2025.

sumber: kompas.com

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s