Aksi 1.000 Masker, Langkah Kecil demi Tingkatkan Kesadaran Polusi Udara Jakarta

Kendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

AKARTA, KOMPAS.com – Komunitas pendaki gunung Slow Adventure Indonesia atau lebih dikenal dengan Slowventure Indonesia menggelar Aksi 1.000 masker dengan membagikan masker kepada para pengunjung car free day (CFD) di Dukuh Atas, Jakarta.

“Kami lagi bagi-bagi masker buat nyadarin akan bahaya polusi di Jakarta,” kata Ryan yang merupakan wakil ketua komunitas tersebut, sembari membagikan masker di sekitar Jalan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Seperti dikutip Antaranews, Ryan mengatakan, kualitas udara di Jakarta saat ini sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan.

Karena itu, Ryan dan sembilan orang lain yang tergabung dalam komunitas tersebut ingin membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya polusi udara yang menurut dia dapat menimbulkan penyakit pernapasan.

“Sangat bahaya polusi bagi kesehatan. Jadi kami ambil langkah kecil ini dulu,” katanya lagi.

Ryan mengatakan masker-masker tersebut diperoleh dari donatur setelah ia dan teman-temannya mengumumkan rencana aksi tersebut di media sosial.

Masker-masker tersebut dibagikan secara gratis kepada pengunjung di car free day, dan sekitar 200 masker telah habis dibagikan hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Ryan mengatakan Aksi 1.000 masker di car free day adalah untuk yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya juga membagi-bagikan masker di lampu merah sekitar Ragunan dan Pancoran.

Setelah Aksi 1.000 Masker tersebut, komunitas Slowventure Indonesia juga berencana untuk melakukan aksi menanam 1.000 pohon di Kali Ciliwung, Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengeluarkan Instruksi Gubernur ( Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 pada Kamis (1/8/2019).

Ingub ini berisi sejumlah instruksi kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.

Poin ingub tersebut di antaranya perluasan ganjil genap, pembatasan usia kendaraan umum dan khusus, hingga pembangunan 25 ruas trotoar di jalan protokol dan arteri.

sumber: kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s