Lewat Go-Food, Go-Jek Mulai Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Logo Go-Food. Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom

Jakarta – Go-Jek, melalui layanan pesan-antar makanannya Go-Food, mulai berupaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dalam hal ini, ada dua inisiatif utama yang akan dijalankan oleh startup pimpinan Nadiem Makarim itu.

Inisiatif pertama adalah penyediaan opsi bagi pengguna untuk tidak memesan alat makan sekali pakai di dalam aplikasi Go-Jek. Pengguna bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000.

Saat ini, sudah ada lebih dari 750 gerai yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Untuk mengetahui mitra mana saja yang bergabung dalam program ini, pelanggan dapat melihat daftarnya di halaman utama Go-Food.

Sedangkan inisiatif kedua adalah penyediaan tas pengantaran makanan khusus versi baru untuk mitra pengemudi. Go-Jek mengklaim desainnya sudah lebih disempurnakan dari tas yang diberikan sejak tahun lalu. Salah satu pembaruannya adalah pengaturan kompartemen yang lebih baik.

Lebih lanjut, Go-Jek melalui Go-Food juga berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi pemberdayaan lingkungan seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta World-Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

Bentuk kolaborasi antara Go-Jek dengan KLHK tampak pada inisiatif penyediaan tas pengantaran makanan khusus bagi mitra pengemudi. Di sini, KLHK membantu melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada produsen makanan untuk tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai dan menggunakan tas pengantar dalam pengiriman makanan.

Sedangkan WWF-Indonesia ambil peran sebagai mitra pengetahuan. Hal ini membuatnya bertanggung jawab dalam menyediakan sarana edukasi kepada mitra gerai, mitra pengemudi, serta pengguna untuk membangun kesadaran, perubahan perilaku, dan membentuk kebiasaan peduli lingkungan dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai.

Patut diketahui bahwa KLHK sempat menyampaikan jumlah timbunan sampah secara nasional dapat mencapai 175.000 ton per hari. Angka tersebut muncul jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari sampah tersebut, 15% diantaranya berasal dari plastik sekali pakai yang dapat berasal dari kemasan makanan dan minuman serta kantong belanja.

“Ke depannya, kami sedang merancang lebih banyak inisiatif dan inovasi yang bisa mendorong masyarakat untuk peduli lingkungan melalui program edukasi bersama KLHK, WWF, dan mitra lainnya,” ujar Chief Food Officer Go-Jek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, dalam keterangan resmi yang diterima detikINET.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s