Soal Polusi Udara di Jakarta, Ini Komentar Menkes Nila Moeloek

Soal Polusi Udara di Jakarta, Ini Komentar Menkes Nila Moeloek

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek memberikan komentar terkait buruknya polusi udara di Jakarta. Dia mengatakan, kualitas udara yang buruk di Jakarta disebabkan oleh banyak faktor.

Sejumlah faktor yang disebutkan dapat memperburuk kualitas udara di ibu kota tersebut, di antaranya transportasi, industri, dan pengelolaan sampah.

“Ini (polusi udara di Jakarta) disebabkan banyak faktor, salah satunya transpotasi. Saya juga mengatakan industri, selanjutnya bagaimana kemudian kita sendiri mengelola sampah,” kata Nila usai pembukaan workshop ‘Lansia Indonesia yang Sehat, Mandiri, dan Produktif (SMART)’ di Balaikota DKI Jakarta, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Pengelolaan sampah yang buruk, sambung dia, seperti membakar sampah juga menjadi penyumbang penyebab kualitas udara yang buruk. Ini juga menyangkut ke sisi kesehatan ketika sampah yang dibakar itu adalah plastik dan menyebabkan gas pembawa penyakit.

“Karbon monoksida (dari pembakaran sampah) yang akan membuat lubang ozon rusak, akhirnya kita kena sinar ultra violet yang bahaya penyakitnya akan banyak, seperti kanker dan katarak,” kata Nila yang didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya titip juga, termasuk kita harus mengubah perilaku hidup kita. Saya titikberatkan, ayo kita semua, perilaku harus kita ubah. Perilaku masyarakat kita tidak boleh membuat perubahan iklim menjadi buruk,” tutur dia.

Sementara itu, terkait polusi udara yang buruk, Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. Selain itu, dia mengatakan telah ada langkah kongkrit untuk mengatasi hal tersebut, yakni menyiapkan dan memasang alat-alat ukur kualitas udara dan mengendalikan emisi kendaraan bermotor.

“Akan ada uji emisi kendaraan yang beroperasi di Jakarta, baik dari luar Jakarta maupun dari warga Jakarta harus lolos uji emisi. Bila tidak lolos, maka akan ada disinsentif berupa pajak dan parkir yang akan lebih mahal,” kata Anies dalam kesempatan yang sama.

Dia juga mengungkapkan bahwa bengkel kendaraan bermotor di Jakarta harus memiliki fasilitas uji emisi. “Jadi, semua bengkel di Jakarta saat ini ada sekitar 750 bengkel resmi. Itu harus memiliki kemampuan untuk melakukan uji emisi. Begitu juga dengan kegiatan event di Jakarta yang selama ini menggunakan generator diesel yang membuang asap polusi ke udara, itu akan diwajibkan untuk menggunakan baterai dari PLN,” kata Anies.

Langkah selanjutnya, sambung Anies, bis yang mengeluarkan asap polusi yang luar biasa tinggi, sedang dalam proses pergantian. “Harapannya nanti kendaraan-kendaraan yang merusak kualitas udara diganti dengan kendaraan baru dan ini sebagian sudah dilakukan di 2019,” ucapnya.

Sumber: inews.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s